1). DIDUGA KUAT Dandes Desa Ehe di Selewengkan, ba Spekol Tunggu Anggaran 2019

Spread the love
  • 6
    Shares

MINUT, IdentitasPrime – Suara rakyat kembali membahana ke media akibat penggunaan Dana Desa (Dandes) disinyalir menyalahi aturan.
Kicauan rakyat kali ini menyeruak daei Desa Ehe, Kecamatan Liktim, Kabupaten Minut.

Warga kecewa akibat dugaan pekerjaan tahun 2018 terbengkalai dan tidak selesai, dari dua jenis pekerjaan yang mengunakan Dandes.
1. Pembangunan drainase jaga satu dan dua dengan volume 79 meter, total anggaran Rp 231.030.300
2. Pembangunan rabat beton jaga tiga dengan volume 3 X 245 meter total anggaran Rp 268.404.500
semuanya tidak selesai dan diduga tidak sesuai spek.

Menurut tokoh masyarakat desa Ehw, Lansus Ruitang, kinerja pemerintah Desa Ehe sudah tak dapat dibiarkan lagi, sebab pelaksanaan pekerjaan diduga kuat keliru, juga banyak penyimpangan dan tidak sesuai dengan harapan.

“Sebenarnya program presiden untuk Dandes ini adalah pemberdayaan untuk masyarakat dalam arti semua masyarakat dapat dilibatkan dalam pekerjaan. Tetapi nyatanya sekarang ini hanya dipilih siapa yang akan bekerja, dan pelaksanaannya seperti pengerjaan proyek yaitu diborong. Nah ini yang salah atau tidak sesuai peraturan, sehingga
pemerintah desa membuat masyarakat kecewa, bukan kecewa karna program ini tapi kecewa dalam pelaksanaa program di desa ini,” sembur Lansus.

Bersama sejumlah masyarakat, Lansus juga mempertanyakan kenapa pekerjaan dari Dandes 2018 tidak kunjung selesai.

“Besar dugaan kami ini sudah menjadi bisnis di desa, dengan cara pekerjaan 2018 tidak diselesaikan uangnya diduga habis dan nantinya pekerjaan 2018 itu akan diselesaikan dengan angaran Dandes 2019, dalam artian ditutupi. Jadi kami masyarakat juga menduga Dandes di desa kami bisa saja diselewengkan,” tukas Ruitang.

Sedangkan Hukumtua Ehe Rohayati Sentinuwo saat dikunjungi Tim wartawan FORJUBIR MINUT tidak berada di tempat.
Sekdes Cristine Bidara yang didampingi Kaur Pemerintahan Welly Takumangsang menuturkan jika mereka tidak mau menjawab pertanyaan terkait masalah ini.
“Kalo terkait masalah ini kami juga takut menjawab, alangkah baiknya langsung menghubungi hukumtua, siapa tau bisa bertemu langsung,” ujar mereka bersamaan.(Red/Forjubir)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*