(1) Diduga PT MSM/TTN Telah Menjarah Hutan Lindung Pramuka Tanpa Ijin

Spread the love

Sesuai GPS, waktu kami turun lakukan survey, memang mereka sudah masuk ke area Hutan Lindung Pramuka

Mamonto: “Jika terbukti benar sudah ada penjarahan dihutan lindung tanpa ijin, kami akan melapor sampai ke Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup”

MINUT, IdentitasPrime – Demi perluasan eksplorasinya, Perseroan Terbatas Meares Soputan Minning /Toka Tindung Neareles (PT MSM/TTN) diduga telah menjarah Hutan Lindung Pramuka yang dikawal oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung.

Dugaan ini dibenarkan oleh salah satu Anggota Satuan Polisi Kehutanan (Satpolhut) Provinsi Sulut, Melky Saburu, yang kebetulan turun ke lokasi hutan yang berbatasan dengan Desa Pinenek kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara itu.

“Sesuai GPS, waktu kami turun lakukan survey, memang mereka sudah masuk ke area Hutan Lindung Pramuka,” ujarnya Rabu (12/6/2019).

Lanjut Melky, ketika dikonfirmasinya, pihak PT MSM/TTN memgklaim sudah menghentikan kegiatan itu. “Sudah didalam area Hutan Lindung, namun mereka bilang, yang mana mereka sudah menghentikannya,” tandas Saburu.

Tapi, apapun yang dikatakan dan disebutkan oleh PT MSM/TTN, tetap saja hal itu tak dapat menutupi kenyataan bahwa PT MSM/TTN sudah melanggar hukum sebab, besar kemungkinan tambang emas raksasa itu SUDAH MASUK DULUAN dan mengutak-atik atau mengambil sebagian isi alam dari hutan lindung sementara belum mengantongi ijin.

Salah satu warga Desa Pinenek Cheris Luntungan membenarkan bahwa eksplorasi tapal batas Hutan Lindung Hutan Pramuka memang sudah off-side.
“Ya setahu saya, area itu masih lahan milik negara. Semenjak para leluhur kami, dan itu sudah di lampaui,” beber Luntungan.
Dirinya (Cheris red-) berani memastikan hal itu, sebab setahu Luntungan juga, lahan perkebunan keluarganya berdekatan dengan area yang diduga kuat sudah sempat di eksplorasi PT MSM/TTN itu.
“Saya berani bicara, sebab area yang mereka jamah, jaraknya berdekatan dengan perkebunan keluarga kami yang memang sudah berada disamping Hutan Lindung Pramuka,” pungkas Luntungan yang juga memiliki keluarga besar di Kelurahan Pinasaungkulan.

PT MSM/TTN melalui Pak Bawengen dari bagian Pengeluhan masyarakat ketika dikonfirmasi via ponsel mengaku kurang tahu hal itu.
“Saya kurang tahu, coba saudara konfirmasi sama Pak Herry Rumondpr saja selaku Eksternal perusahaan, biar beliau yang jawab,” pintanya.

HERRY MAMONTO

Sedangkan bagian eksternal Comunity, Herry Rumondor yang akrab disapa Inyo di nomor ponselnya, belum dapat dihubungi, karena jam sudah masuk pada pukul 22.05 wita.
Dilain pihak, Ketua LSM Trias Politika Sulawesi Utara, Herry Mamonto kaget dan menyesalkan kelancangan perusahaan itu.
Ia mewanti-wanti, semoga saja dugaan itu tidak benar, mengingat sanki hukum cukup berat.
“PT MSM/TTN sebaiknya bersoa banyak, agar hal diatas tidaklah benar. Kenapa, kami akan turun lakukan investigasi mendalam. Dan jika terbukti benar sudah ada penjarahan dihutan lindung tanpa ijin, kami akan melapor sampai ke Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup,” kata Mamonto.(Meikel) … Bersambung

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*