2 PERSONEL KPK SAMBANGI PEMKAB MINUT

Spread the love
  • 7
    Shares

KPK Beri Materi Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, Dalam Rangka Pencegahan Korupsi di Pemkab Minut

MINUT, IdentitasPrime – Inspektorat Minut datangkan KPK pada Rabu 10 Oktober 2018, Pukul 09.15 Wita. Kegiatan digelar di Kantor Bapelitbang Pemkab Minut, berupa agenda Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dalam rangka Program Pencegahan Korupsi yang di selenggarakan oleh Inspektorat Pemkab Minut.
Dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hadir Muh Indra Furqon dan Nexio Helmus, didampingi Sekdakab Minut, Ir. Jemmi Kuhu dan Allan Mingkid (Asisten 2 Pemkab Minut).
Turut hadir pula para Kadis dan jabatan setara di jajaran Pemkab Minut, para Kepala SKPD Pemkab Minut, ara Camat, dengan peserta rapat dengam total peserta kurang lebih 80 orang.

Setelah diawali pembukaan secara resmi, narasumber pertama dari KPK, Muh Indra Furqon memberi materi tentang Sistem Pencegahan Informasi dan Supervisi harus menggunakan aplikasi.
“Tidak boleh dilakukan secara manual seperti yang sekarang, mengingat sistem manual banyak peluang menyimpang. Nah, kami hadir di sini untuk memperbaiki sistem yang ada, yakni dari manual menjadi sistematis,” katanya.

Dalam pembekalan materi yang disampaikan oleh Nexio Helmus, bahasan lebih cenderung tentang kepedulian sistem (MCP).
“Bapak dan ibu harus peduli dan kita semua mengikuti sistem yang sudah kami sampaikan (MCP) 2018,” ajaknya.

Sistem ini, lanjut Helmus, harus dipelajari dan dilaksanakan oleh seluruh jajaran pemerintah kabupaten/kota, provinsi, bahkan negara.
“Agar tidak berurusan dengan kami, maka kita mendorong bersama agar aksi pencegahan hrs lbh peduli dan lebih baik,dan Pelayanan terpadu 1 pintu,Perencanaan dan Penganggaran APBD
Usai KPK membuka kesempatan para ASN terkait untuk tanya-jawab, masuk pada acara penutup, semua mengambil moment foto bersama.
Pukul 12.25 Wita, kegiatan Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, dalam rangka Program Pencegahan Korupsi, ditutup.
Bupati Minahasa Utara, Vonnie Aneke Panambunan, melalui Sekdakab Ir Jemmi Kuhu mengatakan, Materi Monitoring dan Evaluasi Rencana Aksi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi, Dalam Rangka Pencegahan Korupsi ini sangat bermanfaat.
“Dengan pematangan materi seperti ini, para ASN bisa mengetahui mana hal yang berisiko berurusan dengan hukum, mana yang tidak,” sebut Sekda.
Ia saja, lanjut Kuhu, merasa sangat menyesal kalau tidak ikut hadir dalam pembekalan materi oleh KPK ini.
“Bayangkan saja, seumur-umur baru saya tahu kalau memberi sesuatu dengan maksud dan tujuan tertentu, ternyata masuk kategori Gratifikasi. Jadi, materi yang diberikan KPK ini sangatlah berguna bagi kita,” tandas Kuhu.(Wawan/Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*