2. Sudah Bangun Dermaga Duluan, Jle’s Dive Centre and Resort Diduga Belum Kantongi Dokumen

Spread the love

Temuan dan Berita-nya di Minut Jle’s Dive Centre and Resort Malah Jumpa PERS di Manado Tanpa Wartawan Minut

MINUT, IdentitasPrime – Dugaan praktik alih fungsi lahan bibir pantai Desa Minaesa Kecamatan Wori yang ditengarai dilakukan oleh pihak Jle’s Dive Centre and Resort berupa pembangunan dermaga, diduga kuat sudah melakukan reklamasi terlebih dahulu, padahal sekali lagi diduga kuat, masih sedang dalam proses pengurusan Kajian Amdal dan Ijin Lingkungan.

Perlu diiketahui bersama, lokasi reklamasi ini sangat dekat dengan kawasan konservasi taman Nasional Bunaken, sehingga dampak dari ketidak seimbangan alam dapat berpengaruh pada jenis tumbuhan serta ekosistem ikan yang secara alami menempati lokasi yang diduga telah ditimbun bebatuan tersebut.

Cara kerja yang terkesan sembunyi-sembunyi ini membuat para tokoh pemerhati lingkungan hidup curiga kalau sudah ada tumbuhan jenis Mangrove yang ditimbun atau bahkan dibabat agar prosesi reklamasi pantai kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.
“Ya semua yang dicurigai, bisa saja benar. Soalnya sedang kordinasi ke pemerintah desa tidak pernah,” tutur salah satu perangkat desa setempat.

Syahrin Baba, Hukumtua Desa Minaesa juga mengaku tidak mengetahui adanya proses reklamasi tersebut karena dirinya baru dilantik.
Menurutnya, pihak Jle’s Dive Centre and Resort sampai saat ini tidak pernah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa.
“Mungkin Kumtua yang lama tahu soal ini. Sejak saya dilantik, mereka (pihak perusahaan) tidak pernah berkoordinasi dengan pemerintah desa,” katanya Sabtu (27/7/2019) silam.

Menariknya lagi, pengerjaan proyek tersebut masih dilakukan meskipun di depan pintu masuk objek wisata tersebut telah dicantumkan pengumuman jika lokasi pembangunan masih sementara proses kajian lingkungan hidup.
Konsultan lingkungan perusahaan, James Turambi saat dikonfirmasikan lewat telepon selular oleh tim mengatakan, masalah lingkungan ini sudah pernah ditangani pihak kepolisian dan diambil alih oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provindi Sulut.
“Memang masih harus diperbaiki karena ternyata ini ada yang belum lengkap. Lalu juga sampai di sidik oleh kepolisian dan itu juga bahkan sampai diambil ahli Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. Sebab ini sudah masuk kewenangan provinsi,” jelas James sambil minta jumpa Pers karena prosesnya panjang.
“Kita akan jumpa PERS untuk mengklarifikasi hak jawab kami. Besok saya hubungi,” jawabnya via nomor WA-nya.

Akhirnya pihak Jle’s Dive Centre and Resort melalui James Turambi sebagai konsultan lingkungan, mengundang wartawan untuk menghadiri Konferensi Pers, terkait Kegiatan JLE’S Dive Centre & Resort di Regal, bertempat di Kawasan Mega Mas, pada hari Rabu 31 Juli 2019, Jam 12 siang.

Oleh wartawan dikatakan, Press Release hanya dapat dilakukan di Minut, mengingat berita terkait lokasinya ada di Minut, jadi wartawan terkait tidak dapat hadir sebab wilayah dan jarak tempuh cukup jauh.

Alhasil, Press Release yang digelar itu tidak dihadiri satu orangpun wartawan terkait dengan pemberitaan itu.

“Tidak apa-apa pak. Kita undang juga teman-teman wartawan yang lain. Nanti lain waktu untuk ke lokasi kegiatan, karena agenda ini sudah terjadwal pak, mohon dimengerti. Nanti diatur waktu lagi untuk teman-teman ya, intinya kami akan kooperatif pak,” balas James.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*