3 TITIK LONGSOR DI RUAS JALAN AIRMADIDI-TONDANO MENGANGA, BPJN XV/ DINAS PU TERKAIT CUEK!

Spread the love
  • 39
    Shares

Padja: “Kepala Balai BPJN Sikapi Oknum PPK Yang Menangani Ruas Jalan Ini”

MINUT, IdentitasPrime – Sejak hujan turun cukup deras di pertengahan tahun 2017 silam, tepian jurang Ruas Jalan Airmadidi-Tondano, dihiasi tiga (3) titik yang berpotensi longsor lebih parah, dan mengancam keselamatan pengguna jalan.
Namun menariknya, sejak kejadian itu, (Ruas Jalan masih ditangani Provinsi Sulut) sampai berita ini naik (sudah ditangani Satker Wilayah I BPJN XV), pihak terkait seakan diam membisu bagai tak ada rasa tanggungjawab sedikitpun.
Padahal seperti kita ketahui bersama, selain sempit, Ruas Jalan penghubung antar kabupaten ini dimalam hari sangat gelap.
“Jurang disini sangat terjal, titik-titik longsor ada tiga (3), dan hanya didiamkan saja, padahal kami masyarakat setia membayar pajak. Lalu, dimana semua anggaran tersebut,” tanya Benn Kampong warga Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara Kabupaten Minahasa yang setiap hari mengendarai sepeda motornya melalui jalan itu ke perkebunannya di Desa Tanggari Kecamatan Airmadidi Minut.
Seperti yang dikeluhkan warga, terpantau dibawah Desa Tanggari telah menganga biang longsor yang cukup terjal. Sekitar 250 meter dibawah tikungan tajam juga menganga titik longsor cukup lebar tanpa ada rambu maupun tanda pengaman, sehingga kendaraan yang meintasinya sangat rawan terperosok dan masuk ke jurang setinggi pohon kelapa, bahkan lebih.
Demikian pula di wilayah Desa Tonsea Lama (Tondano), terpantau di tikungan tajam terakhir justeru menganga longsoran yang menganga menanti mangsa.
Sesuai keterangan sumber resmi, diketahui bahwa Ruas Jalan Airmadidi – Tondano adalah bagian dari BPJN XV Sulut-Go. Namun karena ada pembangunan Tol, maka penanganan PPK ditunjuk kepada PPK SKPD DInas PU Provinsi Sulawesi Utara.
“Ruas jalan itu adalah lingkup Satker Wilayah I, PPK 03 Jantje Sasauw,” jelas Ketua biro Investigasi LSM NCW SULUT (Nusantara Corruption Watch-Sulawesi Utara), Janni F Padja ST.

Karena kurangnya perhatian dari PPK pada pekerjaan dan pemeliharaan jalan Tanggari di ruas Airmadidi-Tondano, lanjut Padja, akibatnya sudah ada beberapa jalan berlubang dan longsor di beberapa titik.
“Sesuai hasil pantauan kami di lapangan, kami nilai ini semacam pembiaran. Sementara bukan sedikit dana pemerintah pusat yang di kucurkan ke pihak BPJN XV sebagai penyelenggara pembangunan proyek jalan nasional termasuk di jalan Tanggari ini,” sembur Padja (Minggu (2/12).

Seperti diketahui, keadaan ruas Jalan Airmadidi-Tondano, cukup ekstrim. Disamping pada malam hari gelap, jalan cukup sempit,menurun dan menikung, sedangkan jurang di sebelah kiri (dari arah Tondano) cukup terjal dan curam.
“Maka dari itu saya meminta pihak BPJN XV terutama Kepala Balai BPJN untuk menyikapi oknum PPK yang menangani ruas ini. Kalau tidak ada perhatian serius, demi keselamatan pengguna jalan di Sulut, Kemeterian PU evaluasi kinerja Kabalai dan jajarannya. Jangan ada pembiaran berlarut-larut, nanti sudah ada koeban, baru mau cuci tangan,” pungkas Padja.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*