Aksi Kasat Reskrim Akp Tomy Aruan Hendak Menarik Kendaraan Di Jalanan Mempermalukan Institusi Propam Wajib Turun Tangan

Spread the love

MANADO, IP.com – Aksi Oknum Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tomy Aruan Husni yang belakangan banyak dikabarkan terlibat dalam dugaan kasus perampasan kendaraan milik nasabah pembiyaan ternyata memiliki kedekatan dengan para debt Collector.

Hal tersebut dibuktikan dengan peristiwa percobaan perampasan kemdaraan pajero warna silver yang terjadi di jalan Samrat yang di kendarai oleh Anggota dewan Provinsi CNR yang sempat menjadi perhatian masyarkat karena terjadi pencegatan oleh oknum oknum polisi bersama beberapa orang debcollector yang di pimpin langsung oleh kasat reskrim Akp Tomi Aruan.

Tindakan Kasat Reskrim tersebut sangat jelas memantik curiga warga bahwa oknum Polisi ini nyambi jadi deb collector, tindakannya bukan karena penegakan hukum namun karena kepentingan finance dan korporasi.

Sesuai informasi beberapa anggotanya sendiri, oknum Kasat yang bernama Tomi Aruan ini diduga kuat sudah lama memainkan bisnis kerja sama dengan para debcollector ini, ” adoh kalu Kasat Reskrim Tomi itu sadis dia, so lama dia pe mainan itu, hele unit lima dia so fokuskan di masalah oto khusus cari cari oto menungga kong so pindah tangan ” tukas orang dalam.

Info dari orang dalam menambahkan bahwa dia (Kasat Reskrim) berani begitu karena dia memiliki cantolan di Polda apalagi di SDM bagian mutasi ada kawanuanya, “tambah orang dalam tersebut.

Kasat Reskrim sendiri ketika dikonfirmasi awak media mengatakan bahwa tindakanya sudah prosedural dan itu bukan pencegahan atau perampasan tapi penyitaan yang di sertai surat penetapan sita dari pengadilan. namun kasat reskrim tiak dapat menunjukan ke anggota dewan tersebut surat penetapan sita maupun putusan pengadilan.

Hendra jacob, ketika dimintai tanggapan terkait tindakan Kasat Reskrim Polresta Manado AKP Tomi Aruan tersebut mengatakan bahwa tindakannya itu sangat keliru dan sangat mencoreng nama baik polri. ” masa seorang kasat lulusan akpol turun langsung dengan anak buahnya mendampingi debcollctor untuk menarik kendaraan warga yang menungga. Itu kan tidak elok dinilai oleh publik, si Kasat Reskrim ini terlalu arogan, tindakannya itu bukan penegakan hukum tapi bergerak atas kepentingan dirinya sendiri dan kepentingan korporasi. ini sangat di sayangkan. ini berbahaya bagi masyarakat,”ujar HJ.

Lanjut HJ, UU Fidusia sangat jelas. Penyitaan Kendaraan berdasarkan putusan Pengadilan, jika cara cara premanisme seperti ini masih di praktekan oleh penegak hukum dalam hal ini kasat reskrim dan anggotanya bahaya bagi masyarakat kita, Aparat itu bertindak berdasarkan kepentingan Penegakan Hukum negara bukan atas kepentingan Finance atau Korporasi,”tegasnya.

Apapun alasan Kasat Reskrim dalam membela diri bahwa itu sesuai prosedur tidak akan di terima oleh publik sebab namanya sudah sangat santer diduga kuat telah kurang lebih dua tahunan menjalankan bisnis dengan para deb collector. Ini pelanggran disiplin, harusnya yang bersangkutan harus diperiksa Propam Polda sulut. Jika propam juga cuek dicurigai Kasat Reskrim ini rajin nyetor ke Kabid propam, Kasubid Provost, dan k
Kasubid Paminal,”tambahnya.

Dibagian akhir HJ sapaan akrabnya mengatakan jika bidang Propam Polda Sulut lemah dalam pengawasan dan penindakan, maka oknum oknum Polisi bajingan akan semakin menggila,”tandasnya.

( Redaksi)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*