Aktivis Norris Tirayoh Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Laporan Pencemaran Nama Baik Bupati Minut

Spread the love

LSM Minut Conection Sesalkan Sikap Hakim Bentak Wartawan di ruang Sidang

MINUT, IdentitasPrime – Bertempat di Pengadilan Negeri (PN) Airmadidi digelar sidang terbuka untuk umum, dipimpin Hakim Ketua Nur Dewi Sundari SH didampingi Hakim Anggota Chrisyane Paula Kaurong SH. M.Hum dan Rachmat Kaplale SH, Selasa (9/7/2019).

Oleh majelis Hakim, Norris Tirayoh dibacakan sebagai Tersangka Pencemaran nama baik bupati Minut.
Awalnya sidang terbuka untuk umum ini berjalan lancar dan tertib.
Namun ketika salah satu wartawan memotret jalannya persidangan, mendadak Hakim Ketua Nur Dewi Sundari SH menegur wartawan, mengingatkan agar tidak sembarangan.
“Bagi wartawan, untuk mengambil foto untuk pemberitaan, sebaiknya berkordinasi dulu dengan Humas,” ujar Sundari santun.
Namun ketika Hakim Anggota Rachmat Kaplale SH membisikkan sesuatu, keduanya meminta wartawan memperlihatkan id card (kartu PERS) masing-masing, suasana sidang terhenti.
“Ini kartu PERS siapa, coba maju kedepan,” tukas Rachmat Kaplale SH dengan suara lantang.
Diselingi rasa takut, wartawan pemilik id card itu berdiri perlahan menghadap Hakim, menerima id card nya, lalu berjalan keluar ruang sidang.

Melihat sikap Hakim Rachmat Kaplale SH, Ketua LSM Minut Conection, Noldy Johan Awuy menyesalkan hal itu.
“Sebagai seorang pejabat pengayom hukum, ridak pantas anda bicara atau lebih tepat membentak wartawan seperti itu. Sidang ini kan terbuka untuk umum,” tukas aktivis Minut Conection itu.
Menyadari suasana tersebut memanas,
Hakim Ketua Nur Dewi Sundari SH pun men-SKORS sidang. “Saya tidak membentak,” tampik Hakim Rachmat Kaplale SH.
Setelah rekan-rekannya sesama aktivis menenangkan Johan Noldy Awuy, sidang pun di lanjutkan, dan Hakim menunda persidangan satu minggu lagi.
Usai sidang ditutup, Hakim Rachmat Kaplale SH langsung meninggalkan ruang sidang, sementara Johan Noldy Awuy meminta wartawan sebaiknya mengekspos berita terkait sikap Hakim yang tidak pantas itu.
“Sebagai pejabat hukum, hakim itu tidak perlu membentak-bentak orang sesuka hati. Wartawan saja diperlakukan demikian, bagaimana dengan rakyat kecil. Semoga masalah seperti ini tidak terjadi di pengadilan lain,” tandas Awuy geram.
Sementara itu pihak Humas PN Airmadidi yang hendak di konfirmasi, sedang tak berada di tempat. “Bapak sedang menghadiri kegiatan di Pengadilan Tinggi. Besok saja ketemu langsung,” kata salah seorang staf dengan nada sopan. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*