ASN/PNS KSOP Bitung di OTT Lengkap Dengan Hasil Pungli dan Gratifikasi

Spread the love

Kapolres: “Kasus masih dikembangkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain”

BITUNG, IdentitasPrime – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dipimpin langsung oleh Kapolres Bitung AKBP. Philemon Ginting, SIK, MH bertempat di Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Kota Bitung berhasil mengamankan seorang oknum PNS berinisial ES (42) yang diduga kuat telah melakukan tindak pidana korupsi atau pemerasan, Senin (7/5/2018) pukul 23:00 Wita.

Selain mengamankan ES, penangkapan yang dilakukan bersama Kasat Intelkam Res Bitung AKP. Decky Pangandaheng, SH dan Kasat Reskrim Res Bitung AKP. Edi Kusniadi,SE serta tim Tarsius Sat Reskrim Res Bitung tersebut juga menyita uang tunai sebesar Rp. 106.780.000,- dan uang tunai dalam bentuk mata uang Dollar AS sebesar $ 720 serta dokumen kapal yang diduga merupakan barang bukti dari praktek pungli yang dilakukan oleh tersangka ES.

Dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Bitung, Selasa (8/5/2018) pukul 15:00 Wita, Kapolres Bitung menguraikan, pihaknya mengendus adanya praktik pungli dan Gratifikasi yang cukup profesional.

“Operasi OTT yang kami lakukan ini merupakan pengembangan dari informasi masyarakat yang diketahui bahwa oknum ES sering melakukan praktek pungli,” beber Kapolres.

Pihaknya, lanjut Ginting, langsung menggelar rapat tertutup dan mengambil tindakan.
“Selanjutnya kita datangi kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Kota Bitung, lakukan OTT dan menangkap Tersangka ES serta menyita uang tunai sebagai berikut:
Uang sebesar Rp. 106.780.000,- terdiri dari_
– Pecahan uang Rp. 5.000, Rp. 10.000, Rp. 20.000, Rp. 50.000, Rp. 100.000
– Uang tunai mata uang Dollar AS sebesar $ 720 terdiri dari;
pecahan $ 10,  $ 50, $ 100, yang diamankan dari meja kerja tersangka ES,” urai Kapolres Bitung.

Selanjutnya tersangka ES bersama barang bukti diamankan untuk proses sidik lanjut.

Dari keterangan tersangka ES yang mana dia melakukan praktek pungli dengan cara meminta dan menerima imbalan atas pengurusan dokumen kapal sebagai kelengkapan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari para pengurus atau agen perusahaan pelayaran yang jumlahnya bervariasi mulai dari Rp. 50.000,- sampai Rp. 1.000.000,- dan itu diberikan setelah SPB terbit, ujar Kapolres Bitung.

“Atas perbuatannya, ES kami jerat dengan pasal 12 huruf b dan huruf e Undang-undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 1.000.000.000,- serta kasus ini akan terus kami kembangkan karena tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain,” pungkas Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting.(RED)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*