Astaga !! Gadis Manado Terima Uang Hasil Korupsi Tjoko Tjandra dari Jaksa Pinangki

Spread the love

Jakarta – Identitasprime.com – Terkait kasus tjoko candra yang melibatkan jemdral polisi dan jendral di kejaksaan agung, penyidik Kejaksaan Agung masih mendalami kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan oleh Jaksa Pinangki termasuk melakukan pemeriksaan terhadap anak mantan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM RFS, yaitu GVS karena terungkap ada petunjuk mengarah keterlibatan anak dari mantan dirjen imigrasi irjen pol Roni sompie.

Pemeriksaan terhadap GVS dilakukan karena penyidik menemukan transfer sejumlah uang dari Jaksa Pinangki ke anak eks Dirjen Imigrasi RS, yaitu GVS.

“Diperiksa itu terkait karena ada faktanya itu ada transfer ke Grace,” ujar Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Febrie Ardiansyah di Gedung Bundar, Rabu (9/9/2020) malam. Kendati demikian, Febrie enggan mengungkap jumlah pasti uang yang ditransfer dari Jaksa Pinangki ke GVS tersebut tidak besar. Febrie juga mengatakan bahwa uang yang ditransfer ke GVS bukan bagian dari US$500 ribu yang diberi Joko Tjandra kepada Pinangki. “Kecil lah, yang jelas kita ingin tau aja. Konteksnya nanti lah, saya khawatir ganggu penyidikan,” sambung Febrie.

Namun saat ditanya apakah Jaksa Pinangki dan GVS mempunyai hubungan yang lebih dekat, Febrie mengaku belum mendalami hal tersebut. Karena kata dia penyidik masih terus bekerja. Sekadar diketahui, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengatakan bahwa transfer Pinangki ke GVS terkait jual beli online atau daring. “Iya betul (terkait transaksi jual beli daring),” ujar Hari.

Jaksa Pinangki sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka kasus gratifikasi dan TPPU. Pinangki diduga menerima uang dari Joko Tjandra sebesar US$500 ribu atau sekitar Rp 7 miliar. Uang itu rencananya akan digunakan untuk mengurus fatwa ke Mahkamah Agung. Dengan fatwa tersebut, Joko Tjandra tidak perlu menjalani hukuman dua tahun penjara yang dijatuhkan MA pada 2009 lalu. Sementara itu, Andi diduga menjadi perantara antara Jaksa Pinangki dan DJoko Tjandra.

Kasus ini juga mengungkap adanya keterlibatan jaksa agung Republik Indonesia Burhanudin sebagaimana pengakuan jaksa pinangki  namun di elak oleh burhanudin.  untuk pengungkapan fakta sebenanarnya dan mengungkap keterlibatan siapa saja yg ada di lembaga korps adhyaksa itu sebaiknya kasus pinangki di tangani oleh KPK.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*