ASTAGA, TERKUAK DI PLENO, 3 ANGGOTA KPPS DI MINUT DIDUGA KUAT ILEGAL

Spread the love
Rahman Ismail SH

MINUT, IdentitasPrime – Di agenda Pleno Rekapitulasi Hasil Pemilu Kabupaten Minahasa Utara Tingkat Provinsi Sulut yang digelar di Hotel Peninsula sejak 8 Mei mengalami beberapa kali penundaan hingga dituntaskan pada Sabtu (11/05/2019) malam.
Satu hal menarik, dalam pleno Bawaslu Minut malah menemukan adanya 3 (tiga) Anggota KPPS yang diduga kuat KJ (Kurang Jelas alias ilegal) di TPS 8 Desa Mapanget Kecamatan Talawaan.

Disinyalir ketiganya masuk sebagai penyelenggaran Pemilu tanpa dilantik sehingga nama mereka tidak dicsntumkan dalam Surat Keputusan (SK).
Memasuki puncak pelaksanaan Pemilu, terkuak kalau tiga anggota KPPS tidak hadir. Demi menyiasati itu, diangkatlahlah tiga anggota KPPS untuk menggantikan tiga anggota KPPS yang tidak hadir.
Bawaslu Minut melalui Rahman Ismail SH Koordinator Divisi Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga mengatakan, temuan itu menjadi atensi pihaknya.
“Selain laporan dari Parpol, kami juga sudah mengantongi bukti untuk permasalahan ini. Kalau terbukti maka bisa menjadi pidana dan pelanggaran kode etik,” katanya.
Sedangkan Komisioner Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sulut Supriyadi Pangellu SH menegaskan temuan tersebut terus dikaji.
“Dari temuan ini bisa nantinya berpengaruh pada legalitas keabsahan perolehan suara secara keseluruhan,” ungkapnya.
Dilain pihak, KPU Minut Stella Runtu dan komisioner Divisi Sosialisasi, Parmas dan SDM, Hendra Lumanauw saat dikonfirmasi mengatakan baru mengetahui hal itu pada saat pelaksanaan rekapitulasi KPU Sulut. “Kami juga baru mengetahui masalah tersebut dipelaksanaan sidang pleno tadi. Kami sementara mengecek terkait dugaan itu,” ujar Runtu.

Pihaknya, kata Runtu lagi, terus menelusuri soal 3 KPPS dugaan tidak memenuhi syarat seperti yang disampaikan Bawaslu dalam forum rapat rekapitulasi.
“Ini juga baru torang tahu. Namun yang torang yakini semua nama KPPS punya SK yang dikeluarkan oleh PPS. Mungkin ada perubahan di hari H, itu yang perlu torang cari tahu lebih detail,” bebernya.

Tertundanya pleno Minut Stella Runtu mengakui rata-rata semua kabupaten/kota diberi kesempatan untuk perbaikan data. “Kami sudah siap sejak kemarin. Cuma memang antriannya seperti itu dan baru dapat giliran tadi,” tandasnya.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*