Beking Tambang Ilegal, Aiptu Dadang Remehkan Perintah Kapolda Lumowa

Spread the love

Identitasprime.com – Dugaan adanya oknum anggota Polsek Dumoga Barat yang diduga memback-up perusahaan tambang ilegal di lokasi tambang emas teluk Toraut Kabupaten Bolaang Mongondow terus menjadi buah bibir di tengah masyarakat.

Desas desus yang beredar ditengah masyarakat adanya keterlibatan seorang oknum kepolisian bernama Aiptu Dadang pada tambang ilegal dengan membawa nama pejabat tinggi polres.

Hal ini di buktikan dengan sering beradanya Aiptu Dadang di lokasi tambang ilegal tersebut dan berperan sebagai pengatur lalulintas kongsi yang bekerja di lubang tambang emas teluk tersebut.

Pengakuan Sofian warga Doloduo, apa yang dilakukan oknum polisi dadang yang tercatat sebagai anggota polsek Dumoga Barat ini bisa menjadi pemicu terjadi konflik sosial di tengah tengah penambang,”tukas Sofian pada awak media.

Berkaitan dengan hal diatas Sofian dan masyarakat penambang yang ada di lingkar tambang mendesak Kabid Propam Polda Sulut kombes pol Marlien Tawas SH untuk memeriksa oknum polisi yang terlibat dalam kegiatan ilegal mining ini.

“Kami selaku masyarakat penambang yang mencari nafkah sebagai penambang menolak keras keberadaan oknum polisi polsek dumoga barat bernama dadang tersebut membackup lokasi tambang yang menjadi sumber mata pencaharian kami karena terlalu arogan,” tambahnya.

Terpisah, Aktifis muda Bolmong Raya Nujul yang merupakan kader muhamadiyah meminta Kapolda sulut Irjen Pol Royke Lumowa untuk membuktikan kalimatnya yang pernah di ucapkan bahwa Dirinya selaku Kapolda Sulut saat ini melarang keras adanya oknum oknum polisi yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan kegiatan tambang ilegal.

” Saya teringat kalimat kapolda bahwa ia melarang oknum oknum  polisi yang terlibat pengamanan di lokasi tambang ilegal bahkan Kapolda saat itu sempat mengatakan akan memberikan sanksi tegas terhadap anggotanya yang terbukti membekingi kegiatan tambang ilegal,”tegasnya.

Saat ini kami menuntut konsistensi Kapolda atas kalimat tersebut dengan meminta dan mendesak Kapolda untuk memberikans sanksi tegas kepada oknum Polisi Aiptu Dadang anggota Polsek Dumoga Barat karena sudah nyata nyata menjadi beking tambang ilegal di lokasi Teluk Toraut Kabupaten Bolmong.

Saya kira Kapolda memiliki instrumen dan perangkat yang kuat untuk mengetahui secara pasti akan keterlibatan oknum polisi yang membekingi tambang ilegal yang di keluhkan oleh saudara saudara saya di doloduo tersebut serta membongkar seluruh konspirasi mereka yang diduga kuat melibatkan pimpinanya kapolsek dan diatasnya,” tandas nujul.

Diketahui, Selain melanggar UU pertambangan nomor 4 tahun 2009, perbuatan oknum polisi polsek Dumoga utara bernama Aiptu Dadang Mashanafi ini, juga melanggar, undang-undang No 2 tahun 2002 tentang Kepolisian R1 dan UU No14 tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Kepolisian RI.

“Polisi kok mnejadi beking tambang ilegal, kan keterlaluan, ini sangat memalukan institusi polri,
Tegas Njul.

Hingga berita ini di publish tim redaksi IP.com belum mendapatkan konfirmasi dari Kapolsek Dumoga Barat maupun Kapolres Bolmong.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*