Boci dan Karbit 2 Pelaku Pembunuhan Andreas Rivaldi Rimper Tumbang di Dor Tim Tarsius Polres Bitung

Spread the love
Sajam yang dipakai menghabisi korban

Korban Tewas Karena Mengalami Tikaman Sajam sebanyak 9 Tusukan

Tamuntuan: “Ingat, kami tidak segan-segan bertindak terhadap para pelaku kejahatan dan kekerasan”

korban penikaman dengan 9 tusukan pisau

BITUNG, IdentitasPrime – Timsus Anti Bandit TARSIUS Satreskrim Polres Bitung meringkus dua (2) tersangka dugaan Tindak Pidana pembunuhan atau penganiayaan di Kelurahan Wangurer Utara Lk IV Kecamatan Madidir Kota Bitung, pada Selasa 07 Mei 2019 sekitar jam 09.00 wita.

Menurut Kapolres Bitung AKBP Stevanus Michael Tamuntuan SIK, pengungkapan dan penangkapan anakbuahnya, merupakan hasil pengembangan dari laporan LP/ 25/V/2019/Sulut/Res-Btg, tgl 7 Mei 2019, atas nama Anastasya Yuli Pingkan Liu (42), warga Desa Lembean Jaga IV Kecamatan Kauditan Minahasa Utara.

“Kedua lelaki yang diamankan atas dugaan Tersangka, yaitu NT alias Karbit (20) warga Kelurahan Aertembaga Dua Lk IV Kecamatan Aertembaga, GL alias Boci (18) yang kesehariannya berprofesi sebagai pelaut, warga Kelurahan Aertembaga Dua Aertembaga,” beber Kapolres.

Tersangka NT alias Karbit

Keduanya, lanjut Tamuntuan, diduga telah menganiaya atau membunuh korban Andreas Rivaldi Rimper (23), pelaut, asal Kelurahan Winenet Satu Lingkungan III Kecamatan Aertembaga. menggunakan sebilah sajam jenis pisau badik, secara bergantian.
“Oleh perbuatannya, para terduga pelaku bakal dikenai pasal berlapis, sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (2)ke 3e KUHP dan atau pasal 338 KUHP subs pasal 354 ayat (2) KUHP Lebih subs pasal 351 ayat (3) KUHP,” ungkap mantan Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan itu.

Bersama kedua Tersangka, Aparat juga ikut mengamankan sepeda motor Honda Beat warna putih hitam, sebilah pisau badik jenis besi putih. “Kejadian ini dipicu oleh faktor kesalah pahaman sehingga para pelaku menghabisi korban,” timpal Kapolres Bitung.

Inilah kronologi kejadian sehingga kedua Tersangka menghabisi korban.
Pada pukul 02.15 wita, saksi bertemu dengan korban di Kelurahan Winenet Dua lingkungan II dan saksi mengantar korban untuk pulang ke rumah di kompleks belakang Gereja GMIM Lembah Kanaan Winenet Satu memakai sepeda motor.
Tiba di TKP korban turun dari sepeda motor dan hendak masuk ke lorong kompleks rumah korban dan saksi hendak kembali ke rumah. Namun saksi sempat bertemu dengan terduga pelaku bersama dengan seorang temannya yang belum diketahui.
“Tidak berselang lama saksi mendengar keributan antara korban dan pelaku (jaraknya kurang lebih 20 meter) melihat kejadian tersebut saksi langsung mendatangi TKP dan kedua pelaku sudah melarikan diri dengan sepeda motor jenis Scoopy warna merah ke arah pusat kota,” urai Kalpores Bitung.
Selanjutnya saksi mendapati korban tergeletak di dalam got dan saksi berupaya untuk mengangkatnya dan membawa korban ke RS Wahyu Slamet TNI AL Bitung untuk mendapatkan perawatan medis.
Namun setibanya di RS kondisi korban tidak terselamatkan dan korban pada pukul 03.05 wita dinyatakan Meninggal Dunia.

Tersangka GL alias Boci

“Dari hasil pemeriksaan luar, tim medis memperoleh hasil di tubuh korban ditemukan bekas penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam berupa tikaman sebanyak 9 tikaman masing masing terdapat pada bagian tubuh :
– 1 tikaman pada dada kiri
– 3 tikaman pada punggung sebela kiri
– 1 tikaman pada pinggang kanan
– 2 tikaman pada kaki kiri
– 1 luka iris pd pelipis mata kiri
– 1 tikaman pada kengan tangan kiri,” urai Tamuntuan.

Lebih jauh Kapolres menjabarkan, kedua Tersangka menggunakan pisau badik (hanya satu (1) pisau), namun dilakukan secara bergantian dan senjata tajam milik dari lelaki Gian Lengket (GL) alias Boci.

“Setelah melakukan penusukan tersangka melarikan diri sedangkan korban terjatuh didalam saluran air di TKP dan meninggal dunia di rumah sakit dr Wahyu Slamet setelah mendapatkan pertolongan medis,” katanya.

Kapolres Bitung tidak menampik kalau anggotanya telah melumpuhkan kedua Tersangka dengan masing-masing satu tembakan, namun itu sudah sesuai prosedur tetap (protap) Polri.
“Itu sudah sesuai protap, yakni tindakan tegas terukur. Ingat, kami tidak segan-segan bertindak terhadap para pelaku kejahatan dan kekerasan,” pungkas Kapolres yang dikenal tidak kompromi terhadap para pelaku kejahatan kekerasan itu.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*