Bupati Talaud Ditangkap, Norris Desak KPK Ambil Alih Kasus Pemecah Ombak Minut

Spread the love

Marvin Minta Presiden Tingkatkan Fasilitas dan Kesejahteraan KPK

SULUT, IdentitasPrime – Drama penangkapan Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud berinisial SWMM oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) Selasa 30 April 2019 sekira pukul 09.00 wita kemarin, menjadi viral dan santapan publik di Provinsi Sulawesi Utara.

Beragam tanggapan terlontar karena bupati cantik dari Bumi Porodisa (Talaud) tersebut tergolong pejabat menengah yang kharismatik.
Aktivis muda asal Kelurahan Airmadisi Bawah, Ray Marvin memuji kinerja KPK. “Dengan menangkap oknum bupati isteri dari seorang mantan Ketua Pengadilan, KPK patut diberi apresiasi,” katanya. Selasa (1/5).

Marvin

Kedepan nanti, Marvin berharap Presiden RI lebih meningkatkan ksejahteraan dan fasilitas KPK untuk menyempurnakan kinerjanya.
“Jangan kontaminasi KPK dwngan parpol manapun, dan lengkapi fasilitas serta kesejahteraan Anggota KPK, agar kian solid membasmi para koruptor, Save KPK,” tandas Marvin.

Terpisah Norris Tirayoh Ketua Garda Tipikor Indonesia Minahasa Utara (GTI Minut) memuji KPK, namun ia berharap KPK lebih berani dalam menangkap pejabat bermasalah korupsi.
“Harus pukul rata tanpa ada tebang pilih. Selain Bupati Talaud, kan sudah rahasia umum yang mana ada beberapa petinggi sederajatnya yang diduga tersandung masalah korupsi, nah itu juga harus di eksekusi juga, agar tak terkesan KPK pilih kasih,” tukas orator vokal itu.
Dikatakan Norris, selain Bupati Talaud, di Provinsi Sulawesi Utara ini masih ada beberapa pejabat setara yang tersandung masalah dugaan korupsi dengan anggaran yang tidak kecil,

“Saat ini dikalangan masyarakat, beredar dua kesimpulan tentang penangkapan Bupati Talaud. Pertama karena tugas murni, kedua karena politik dan kepentingan tertentu. Agar nama baik KPK tetap terjaga, kami berharap KPK terus meningkatkan kinerjanya, dalam hal ini mlakukan penyelidikan di Sulut,” timpal Tirayoh.

Lebih jauh dikatakan Tirayoh, ada beberapa kepala daerah sekelas bupati/walikota yang disinyalir telah melakukan atau terlibat korupsi uang negara jauh lebih besar dari kasus yang dilakukan Bupati Talaud, sebut saja Kasus dugaan Korupsi Pemecah Ombak di Kabupaten Minahasa Utara.

“Sudah ada 4 tersangka yang ditahan oleh Pengadilan Tipikor, dan sudah ada putusan inkrah sementara aktor-aktris utama dalam mata rantai kasus ini tak pernah disentuh oleh hukum. Inilah akses KPK untuk mengambil alih kasus tersebut. Dengan begitu masyarakat akan menilai KPK profesional dan tidak lagi tebang pilih alias pilih kasih,” pungkas Norris Tirayoh. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*