Cuaca Buruk Luluh Lantak Pesisir Desa Bantik Lama, Pemerintah Kecamatan Beo Dan Kabupaten Talaud Tutup Mata!

Spread the love

Bonte: “Kami yakin Ibu Bupati belum tahu hal ini”

TALAUD, IdentitasPrime – Cuaca buruk dalam kurun waktu 5 hari terakhir, sangat berdampak di kebanyakan desa pesisir pantai Kabupaten Kepulauan Talaud.

Cuaca ekstrim telah melulu lantak penahan ombak dan dermaga disepanjang pantai. Masyarakat sangat khawatir dan ketakutan.
“Semoga tidak berlanjut lebih parah, kami takut jangan-jangan harta benda seperti perahu, rumah kami akan hancur diterjang ganasnya ombak,” ujar Kades Bantik Lama Jhon Bonte.

Musim bertiup angin Barat Daya seperti yang dirasakan dan dialami warga nelayan Desa Bantik Lama Kecamatan Beo, telah menorehkan kekhawatiran mendalam di hati warga.
“Sampai hari ini kami merasa was-was karena wilayah desa berada di pesisir pantai, telah diluluh lantak gelombang ganas, kami yakin Ibu Bupati belum tahu hal ini, sebab kalau beliau tahu, beliau takkan tinggal diam,” keluh Kades Bantik Lama itu.

Lanjut Jhon Bonte, talud penangkal abrasi sepanjang 200 meter yang dibangun dengan dana PNPM Tahun 2012 nyaris ambruk.
“Ada 3 titik mengalami kerusakan sangat parah. Di titik 0-100 meter, koporan telah patah dan miring. Sekitar 20 meter tembok telah jebol, 50 meter menggantung vondasi terancam jebol,” urai dia.
Jika ombak besar seperti ini berlangsung terus menerus, lanjut Jhon Bonte, maka talud dari anggaran uang negara ini dijamin tak akan bertahan lebih lama lagi.
“Kerusakan akan lebih berat lagi, saya yakin semua akan ambruk,” pungkas Kades Bantik Lama.

Sangat disayangkan, sampai hari ini Pemerintah Kecamatan maupun instansi twrkait di Kabupaten Talaud, belum ada upaya meminimalisir bencana tersebut.
“Sampai beberapa hari terakhir ini tidak ada perhatian berupa kunjungan, peninjauan, dan arahan dari Pemerintah Kecamatan Beo terkait ekstrimnya cuaca saat ini,” keluh Albert Alusinsing masyarakat nelayan Desa Bantik Lama.

Keadaan pesisir desa nelayan sudah sangat menprihatinkan dengan kondisi yang sekarang. “Kami tidak butuh bantuan materil dari panerintah, tapi bantuan moriil seperti sapaan atau minimal rasa keprihatinan, perhatian, himbauan. Itu Kunjungan pemerintah… sebagai bentuk penguatan kepada kami selaku warga yg menginginkan kepedulian penerintah saja tak kunjung tiba, apalagi bantuan dana dan perbaikan talud yang rusak,”tandasnya.(Cartes Malohing)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*