Dalam Skandal OTT, Walau Kepala KSOP Bitung Janjikan Pembenahan, Polisi Jamin Tetap Lakukan Pengembangan!

Spread the love
  • 20
    Shares

BITUNG, IdentitasPrime – Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, Woke Fredrik Karuntu menyikapi operasi tangkap tangan ( OTT) yang melibatkan oknum pejabat di Pelabuhan Bitung terkait kasus pungutan liar (pungli).

Kepada sejumlah awak media Karuntu mengatakan, tindakan OTT yang dilakukan polisi merupakan langkah konkrit aparat penegak hukum melalui Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli dalam memberantas maraknya praktik tersebut di lingkungan Kantor Pelabuhan Bitung.

“Kami mengapresiasi langkah tersebut, disamping itu juga (kami) berkomitmen untuk memberantas kegiatan gratifikasi yang terjadi disini,” sebut Karuntu.

Ia pun mengaku kecewa dengan perbuatan ES alias Erwin, tersangka anak buahnya tersebut. Karuntu tak menyangka ada pungutan lain diluar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Dirjen Perhubungan Laut terkait biaya administrasi penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB). “Saya tidak pernah menyangka kalau ada pungutan lain di kantor ini diluar PP Nomor 15 Dirjen Perhubungan Laut,” ujarnya.

Namun demikian, Karuntu menyerahkan sepenuhnya kasus ini pada aparat penegak hukum. Sanksi pemecatan pun siap menanti pelaku bila terbukti melakukan praktek pungli.

“jika terbukti  tersangka telah melanggar aturan, maka akan diberhentikan dengan tidak terhormat sesuai aturan yang berlaku,” tukas Karuntu.

Woke Frederik Karuntu berharap, OTT tersebut jadi pembelajaran bagi semua. dan kejadian serupa tak akan pernah terjadi lagi di dinas naungannya.
”Untuk pengurusan surat persetujuan berlayar sudah mengunakan sistem online berbasis jaringan. Jadi, bagi pihak agen maupun perusahan yang akan mengurus surat tersebut tidak melalui pegawai,” kata dia.

Namun, apapun yang disampaikan pihak Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Bitung, Woke Fredrik Karuntu, hal itu tetap saja sudah menjadi tamparan besar bagi instansi vertikal ini.
Dan, kendati untuk saat ini Polres Bitung baru menetapkan ES alias Erwin saja, namun polisi tetap saja menindak lanjuti temuannya sesuai prosesur dan kinerja mereka.
“Untuk saat ini memang kami baru menetapkan satu (1) orang tersangka yaitu ES alias Erwin. Namun kita masih terus melakukan pengembangan, bisa saja ES tidak bekerja seorang diri, mungkin saja akan bertambah tersangka yang lain,” kata Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting dalam jumpa Pers silam dan lewat Whats-App pribadi Jumat (11/5) siang.(Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*