Dapat Info Namanya Dilecehkan, Di Zolimi, Hendra Jacob Malah Doakan Djipton Tamudia

Spread the love

SITARO, IdentitasPrime – Bagi seseorang yang meninggalkan masa lalunya dan siap berjuang memihak pada kepentingan rakyat, memang tak mudah. Contohnya mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Dirinya di zolimi hanya karena kegigihannya membela dan lebih berpihak pada rakyat, sehingga Ahok dibenci oleh banyak partai politik bahkan oleh perseorangan.

Hal serupa ternyata terjadi juga di Provinsi Sulawesi Utara, tepatnya dibumi Siau Tagulandang Biaro (Sitaro). Untuk kali ini ditengarai terjadi pada seorang HJ, yang tak lain adalah figur pendatang baru di kancah politik (Pilkada Bupati-Wakil Bupati Sitaro 2018).
Seperti kita ketahui bersama, HJ (Hendra Jacob), adalah sosok baru di kancah politik, tapi dimasa lalunya? HJ pernah dikenal, disegani bahkan ditakuti banyak oknum dan pihak tertentu.
Setelah menanggalkan profesinya Hendra Jacob tertarik membangun kampung halamannya, Bumi Sitaro.
Sayangnya, ia tak menyangka kalau itikad baiknya justeru mulai terkendala oleh berbagai prahara.
“Yah begitulah kalau mau berjuang untuk rakyat, ada saja kendala yang harus kita hadapi. Jika perjuangan itu gampang, kesannya juga tak enak untuk dikisahkan,” kata Hendra kepada IdentitasPrime.
Setelah memastikan diri maju ke calon kepala daerah (cakada) di Sitaro nanti, setelah pihaknya memajang baliho di berbagai wilayah Kabupaten Sitaro, HJ mulai jadi momok kontroversial.
Paasalnya, jauh-jauh hari sebelum maju ke pilkada, kubu HJ telah menyentuh masyarakat lewat aneka program bermanfaat.
Namun hal itu nyatanya belum menjadi garansi kenyamanan HJ untuk berkiprah. HJ mulai diterpa prahara seperti masalah isu dan hoax beraroma pembunuhan karakter yang barusan menimpanya. “Saya dapat info ada saudara saya bernama, Djipton Tamudia. Saya coba mengingat-ingat, kapan saya pernah secara pribadi merugikan saudara saya ‘Yang Terhormat’ ini (Ketua DPRD Sitaro). Apa kesalahan saya, saya justru tidak menemukan apa pernah saya membuat dia dirugikan baik material maupun in-material, sadar maupun tidak sadar,” tutur Jacob.

Pihaknya, lanjut Hendra Jacob, dalam beberapa waktu terakhir sudah berkali-kali menerima laporan orang di Manado, di intern aktivis PDI Perjuangan, bahwa Djipton Tamudia telah menyampaikan cerita atau ‘statement’ lisan yang intinya adalah ‘pembunuhan karakter’ atas pribadinya.
Yang sisesalkannya, desas-desua itu digelontorkan setelah dia memutuskan hendak ikut dalam pesta demokrasi Pilkada Sitaro 2018, sebagai salah satu bakal calon (balon).
“Mudah-mudahan kabar yang saya dengar itu tidak benar, walau kabar itu datang dari sumber-sumber terpercaya. Saya telah dikisahkan Djipton kepada komunitas PDI Perjuangan di Manado sebagai ‘pemecah belah’ dan merusak kebersamaan masyarakat di Sitaro dengan isu SARA.
Apakah karena baliho saya yang menyebut ‘Mapiang Tau Siau’ (Lebih Baik Orang Siau) terus saya dianggap ‘memecahkan’, saya tidak tahu,” timpal HJ.
Perlu diketahui, kata HJ, untuk slogan di balihonya di daerah Tagulandang, berisi kata ‘Mapiang Tau Siau-Tagulandang’ (Lebih Baik Orang Siau – Tagulandang) dan nantinya di Biaro akan bertuliskan ‘ ‘Mapiang Tau Siau-Tagulandang-Biaro’.
“Kalau in jargon ini yang dimaksud Djipton sebagai pemecah belah, maka saya tegaskan, itu tidak benar. Dengan memakai istilah yang diserukan pada komunitas Kristen di Indonesia oleh PGI (Persatuan Gereja-gereja di Indonesia) bahwa saya telah menegaskan identitas saya, tetapi sekaligus menyatakan diri inklusif alias merangkul identitas lain. Bukankah Sitaro terjadi karena adanya pengakuan Siau, Tagulandang dan Biaro serta keinginan untuk bersama dalam satu kesatuan. Jadi jelas jargon saya bukan untuk memecah. Sekiranya soal ini menjadi jelas bukan bagi Djipton semata, tetapi juga bagi pihak-pihak lainnya,” ungkap HJ dengan lantang.

Djipton juga, timpal Jacob terinformasi mengatakan, ia banyak merugikan masyarakat terkait dengan usahanya dibidang koperasi simpan pinjam.

“Dia menyebut secara sepihak bahwa banyak orang yang dirugikan atas usaha itu, karena beberapa di antaranya barang jaminannya disita. Saya harus merespons soal ini. Karena perspektif negatifnya yang sekadar melihat pihak-pihak yang wan-prestasi dan barangnya dititipkan.
Sebagai perimbangan, saya mau beri informasi bahwa sejauh ini tercatat dalam register nasabah kami, bahwa jumlah pihak yang merasakan dampak positif juga dari usaha ini jauh lebih banyak. Dari 8000 nasabah di pulau Siau saja, tercatat hanya 2 persen yang dengan terpaksa barang jaminannya dititipkan karena pembayaran pinjamannya macet di tengah jalan sesuai perjanjian peminjaman dana. Usaha kami telah menerapkan standar pencairan dana seperti yang diterapkan di bank-bank kita. Setiap pinjaman dianalisis dengan cermat dan perjanjian dibuat, termasuk jika menunggak diberikan peringatan berkali-kali. Jadi jelas bahwa tidak ada yang negatif dalam bisnis yang kami jalankan, sepanjang nasabah memenuhi kewajiban pasca peminjaman,” urai Hendra seraya menambahkan, sudah ribuan orang tertolong dan cerita penyitaan yang dilakukan secara profesional, baik milik negara maupun swasta. Lantas kenapa usahanya yang didiskredit Djipton.
“Kenapa saudara saya ini tidak juga mempermasalahkan kebijakan perbankan kita, yang juga punya aturan yang bersifat sanksi penyitaan. Kenapa saya yang dijelek-jelekkan dalam sebuah pertemuan banyak orang. Sungguh saya sedih. Mungkin saja, Djipton tidak suka saya ikut dalam pencalonan Pilkada Sitaro 2018. Aspirasinya itu jelas sah dan harus dihormati. Djipton jelas berdiri hendak membela calon usungan dalam kelompok kekuasaan yang ikut dibangunnya. Sekali lagi atas pilihan ini juga harus dihormati. Tetapi, yang tidak positif adalah sikapnya yang hendak menjagokan calonnya dan menginjak calon lain semacam saya. Ini bukan sikap politik yang bijak. Ini politik membelah bambu untuk pagar, yaitu mengangkat satu bagian bambu dan menginjak bagian yang satunya lagi. Saya telah mengungkapkan isi hati saya secara patut dengan beberan ini. Saya berharap sikap politik yang semacam itu tidak menjadi sebuah teladan perilaku politik kita bersama ke depan, apalagi baik saya dan calonnya Pak Djipton bersaing dalam ruang pencalonan pada partai yang sama. Jika permusuhan internal antar kita yang terbangun, lantas bagaimana kita mesti bersatu padu menjaga keselamatan dan kejayaan partai. Dalam hemat saya sebagai pembelajar politik yang masih di tahap awal, persaingan antar sesama sobat separtai, tidak elok jika sudah sampai saling membunuh karakter.
Bukan tidak mungkin saya dapat saja diputuskan untuk berpasangan dengan usungannya, baik pada posisi satu, maupun posisi dua. Segala hal masih dapat terjadi.
Dalam tulisan ini, saya dengan lapang dada telah MEMAAFKAN Pak Djipton Tamudia atas kekhilafannya menyerang karakter saya. Saya memahami dengan bijak semoga apa yang saya dengar dari sumber-sumber yang merupakan para karib saya, tidak benar terjadi. Kalaupun benar terjadi mungkin itu terjadi karena kelemahan fisik dan kondisi sakit yang sayangnya masih mendera fisik dari saudara saya Yang Terhormat Djipton Tamudia.

SAYA DOAKAN DENGAN TULUS agar kiranya saudara saya ini bisa SEGERA SEMBUH dan diberi Tuhan kesehatan yang prima untuk melaksanakan berbagai tugas negara dan daerah yang diembannya, Amin.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*