Daseng Dibakar, Sajam merajalela, Warga Penambang Desak Kapolda Copot Kapolres Mitra

Spread the love

MANADO – IDENTITASPRIME.COM – Pasca kekisruhan yang terjadi di wilayah pertambangan ratatotok antara kelompok penambang tompaso baru dan tombatu polisi akhirnya bertindak tegas.

larangan bertambang di areal kebun raya megawati soekarno putri pun di galakan, ” Saya akan proses hukum siapapun yang mencoba menambang di areal kebun raya sebab itu ilegal ” demikian himbauan bupati minahasa tenggara James Sumendap.

tak hanya itu, bahkan bupati memerintahkan anak buahnya membersihkan areal kebun raya dengan di dampingi aparat kepoliisan.

hal menarik yang muncul di publik adalah pembakaran sejumlah camp atau daseng daseng milik massyarakat penambang di lokasi nibong. ini membuat masyarakat dan publik mengritik habis habisan bupati dan aparat kepolisian.

menurut masayarakat penambang bahwa pembakaran daseng daseng warga penambang yang mencari nafkah di lokasi nibong merupakan langkah yang arogan dan penyiksaan terhadap rakyat.

aparat dan pemerintah kabupaten sudah tidak dapat memberikan solusi terkait pertambangan rakyat masih saja menyiksa rakyat penambang dengan mengintimidasi masyarakat penambang dan membakar daseng daseng milik warga, kenapa tidak di berikan waktu untuk masyarakat mengambil barang barang tersebut. tukas warga.

kenapa selalu kami masyarakat penambang yang menjadi musuh polisi selaku aparat dan pemerintah, sementara pemerintah dan aparat kepolisian kerab melindungi para investor asing yang datang menambang ditanah kami. ” Polisi dan pemerintah selalu menjadikan kami rakyat penambang musuh, sementara mereka menjadi anjing penjaga bagi investor asing yang datang bertambang di ratatotok ini.

jika di hitung hitung kami masyarakat sekarang ini hanya menambang sisa sisa perusahan newmon minahasa raya yang sudah ratusan kilo emas mereka ambil di lokasi ini kenapa kami di jadikan musuh negara. bukankah negara menjamin hak hak warga ?

Terpisah Mantan anggota Polri yang saat ini menjadi aktifis yang lantang menyuarakan permasalahan rakyat angkat bicara, menurutnya Tindakan yang di ambil oleh kepolisian dalam mencegah konflik di sesama penambang sudah benar dan patut di apresiasi, namun pembakaran daseng juga harus di kritik itu perintah siapa, personil polisi bergerak atas dasar perintah atasan itu yang harus di telusuri, kata hendra jacob.

kemudian, Jika pertikaian kelompok penambang yang menjadi alasan pembakaran daseng daseng masyarakat itu tanyakan ke kapolres mitra. ” peristiwa pertikaian kelompok penambang luar dengan penambang lokal itu terjadi karena kelalaian kapolres minahasa tenggara. tukas HJ sapaan akrabnya

” Menurut Hendra jacob, kapolres tidak cermat dan tidak pekah, sudah begitu banyak manusia yang datang dari luar daerah kapolres mitra hanya tidur, naluri kepolisiannya tidak jalan, harusnya dia selaku kapolres menerima informasi terupdate dari anggotanya terkait lonjakan pendatang, disitulah dia memikirkan strategi untuk membatasi ataupun menertibkan sajam sajam sebelum mereka naik le lokasi guna mencegah terjadinya konflik. harusnya kapolres yang di salahkan bukan masyarakat. masyarakat percaya bahwa kapolres menjaga dan melindungi mereka, kenyataaanya kapolres tidak mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat.

oleh karena itu sebaiknya kapolres mitra ini di copot segera dan kapolda menempatkan pejabat yang baru yang dapat menjamin keamanan masyarakat dan mengerti karakteristik masyarakat dan karakteristik wilayah. intinya masyarakat meminta kapolres mitra di copot segera alasanya tidak mampu membuat terobosan dan tidak mampu menjamin kemanan di masyarakat. masyarakat ingin kapolres yang baru yang dapat menjamin masyarakat dapat beraktifitas dengan aman. Tegas Hendra jacob menyampaikan aspirasi masyarakat penambang ratatotok.

Sejauh ini pantauan awak media, situasi di ratatotok sudah relatif aman dan masyarakat berharap bisa beraktifitas seperti biasa.  (red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*