Desa Kaweruan Salah Satu dari Puluhan Desa Yang Tidak Memasukkan LPJ 2018

Spread the love
Plt Kumtua Kaweruan, Adner Natan SE

Adner: “Saya Saja Sudah Dimarahi PMD. Saya PLt di Desa Ini Baru Tahun 2019, kenapa saya disalahkan”

MINUT, IdentitasPrime – Masyarakat Desa Kaweruan Kecamatan Likupang Selatan kebingungan karena sampai hari ini tidak bisa mencairkan Dana Desa 2019. Sampai detik ini, PLt Hukumtua Kaweruan belum memasukkan LPJ tahap 3 Dana Desa yang mencakup:
Jalan produksi
– Pembangunan Poskesdes dana 136 jt bangunan 5 x 6 m2
– Rabat Beton Jalan Perkebunan

Sejumlah sumber mengatakan, semua pekerjaan tersebut diduga banyak penyimpangan sehingga PLt Kumtua tidak dapat mempetanggung jawabkannnya.
“Dari informasi yang kami dapati di lapangan, diduga ada yang tidak beres dengan pekerjaan Renovasi MCK, Pembangunan Poskedes, apalagi Rabat Beton Jalan Perkebunan. Namun kami belum turun lapangan lakukan pengecekan sekaligus investigasi,” kata Ketua Jaringan Pendamping Kebijakkan Pembangunan DPC Minahasa Utara (JPKP Minut), Semmi Tuegeh.

Sangat disayangkan, Adner Natan SE, PLt Hukumtua Desa kaweruan, saat ditemui di kantor desanya beberapa kali, selalu menghindar dan tidak mau memberi keterangan.
Bahkan, saat dikonfirmasi melalui nomor ponselnya, Adner menjawab yang mana LPj tersebut bukan urusan dia.
“Itu bukan urusan saya. Saya saja sudah dimarahi PMD. Saya PLt di desa ini baru tahun 2019, kenapa saya disalahkan,” jabanya via Whats-App (WA).

Adner, tak pernah dapat dijumpai wartawan dan tidak pernah lagi merespon WA yang dilayangkan padanya.

Dari informasi yang dirangkum media ini, ternyata PLT Hukumtua Desa Kaweruan usai masa jabatan Hukumtua Rocky Maramis adalah Belly Rampengan, ASN Kecamatan Liksel, bukan adner Natan.
Masa jabatan Rampengan selaku Plt Hukumtua Kaweruan, berakhir tercatat berakhir pada tanggal 11 Februari 2018, kemudian digantikan oleh Adner Natan.

Dihubungi via ponsel beberapa pekan silam, Rampengan membenarkan kalau ia belum memasukkan Laporan Pertanggung jawaban Dandes 2018.
Namun terkait beberapa item proyek yang diduga bermasalah, Ia membantahnya.
“Semua sudah rampung, saya memang sementara menyelesaikan laporan pertanggungjawaban. Bukan 3 item pekerjaan, tapi ada 4, yaitu:

1. Poskesdes tahun (DD 2018) ukuran 5X6, Rp. 136. 360. 618.

2. Rabat beton Jalan Kebun (Dandes 2018) Volume 307X3 Meter, Rp. 205. 943. 247

3. Rehabilistasi Wc 18 jt tahun (ADD 2018) Rp. 18. 308. 251

4. Sumur Bor

Menurut Rampengan, semua item pekerjaan sudah rampung. Dan tidak ada yang tidak dikerjakan.
“Untuk Poskesdes, sudah rampung dengan hasil fisik yang maksimal. Rabat beton Jalan Perkebunan juga sidah diselesaikam, malah panjang jalan sudah saya tambah demi kesejahteraan rakyat,” katanya.

Lanjut dijelaskan Rampengan, untuk rehabilistasi MCK (Mandi Cuci Kakus), sudah lama diselesaikan. “Saya sudah tambahkan tehel dan lantai di belakang kantor hukumtua. Dan saya tambahkan, ada juga item bor air bersih, ada dua titik. Walau dalam RAB tanpa pipa, namun saya ambil kebijakan menyediakan pipa yang kami upayakan sendiri karena tidak tertata di anggaran,” jelasnya.
Ia tidak menampik kalau pihaknya belum memasukkan LPj 2018. “Memang belum saya masukkan, sebab catatan sementara disusun dan di hitung. Selain itu Pemerintah juga masih memberi kesempatan beberapa waktu,” tandas Belly Rampengan ASN Kecamatan Liksel. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*