Didapati Sedang Tampung Solar di SPBU, Seorang Pria Mengaku Mobil Milik Oknum Anggota Propam Polda

Spread the love

IdentitasPrime – Manado – Penampungan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar, ternyata masih dilakukan sejumlah oknum “vampir” di wilayah Sulut.

Sementara Tim Tipiter Ditreskrimsus Polda Sulut, terlihat hanya diam, tidak melakukan penangkapan.

Bukan hanya warga sipil, diduga kuat ada oknum aparat yang berlindung di balik seragam cokelat turut dilakoni.

Prilaku itu, menuai kritik dari kalangan masyarakat atas tindakan melanggar hukum serta Undang-undang Minyak dan Gas (Migas) Nomor 22 Tahun 2001.

Dari hasil investigasi wartawan media ini, praktek menampung BBM bersubsidi ini, tertangkap tangan oleh beberapa jurnalis yang keseharian meliput di Polda Sulut.

Mereka mendapati, disalah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado, Jumat (21/02) dini hari, sekitar pukul 00.15 Wita, sedang menampung Solar.

Saat itu, ketika melintas di ruas jalan Sam Ratulangi, tanpa sengaja mereka melihat ada kendaraan jenis Mitsubishi Colt warnah hitam, DB 89xx LH yang terparkir tepat disamping pengisian BBM Solar.

“Kendaraan tersebut berbentuk mobil kanvas dan di dalamnya bermuatan tong atau bak yang bisa menampung kurang lebih 3.000 liter minyak,” ujar sumber.

Ketika di dekati, dua orang lelaki yang berada di mobil tersebut terkejut.

Bahkan seorang karyawan SPBU sempat menghindar saat dirinya sementara menjaga pengisian BBM Solar.

Saat ditanya mobil dan minyak tersebut milik siapa, salah seorang dalam mobil turun dan sempat menggertak.

Mirisnya, dengan lantang seorang pria yang tidak memakai kaos, mengaku mobil dan minyak yang ditampung itu, milik oknum perwira menengah (Pamen) yang bertugas di Propam Polda Sulut.

“Saat saya tanya ini minyak dan mobil milik siapa. Satu orang turun dari mobil dengan tidak memakai kaos dan mengatakan bahwa mobil tersebut milik Kompol I bertugas di Propam Polda Sulut dan langsung menanyakan dengan nada keras siapa saya,” jelas sumber menirukan pengakuan pria tersebut.

Namun ketika dijawab, bahwa dirinya adalah jurnalis yang bertugas peliputan hukum dan kriminal di wilayah Sulut, kedua pria itu beserta karyawan SPBU terdiam.

Bahkan pengisian pun langsung dihentikan petugas SPBU. Namun ketika dilihat, tong di dalam mobil kanvas tersebut hampir terisi penuh.

Diketahui, Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM, ketika diwawancarai awak media pekan lalu, terkait maraknya pelanggaran hukum menegaskan, bahwa dia tidak main-main untuk melakukan penindakan terhadap siapa saja yang melakukan tindakan melawan hukum dan undang-undang.

“Pokoknya yang miring-miring, tidak boleh. Harus ditegakkan. Jangan main-main. Apapun itu yang melanggar perlu ada tindakan,” tegas Kapolda, pekan lalu ke awak media.

Sementara itu, Kasubdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sulut Kompol Feri Sitorus, ketika dikonfirmasi mengenai masih adanya penampung solar ilegal, mengatakan bahwa pihaknya akan melidik laporan tersebut.

“Terima kasih untuk informasinya, kami akan melakukan penyelidikan atas laporan ini,” ujarnya. (Red)

Mobil kanvas saat menampung Solar

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*