DIDUGA, ADA PENGGELAMBUNGAN TARIF HARGA AIR BERSIH, STAF PDAM MALAH TANTANG WARTAWAN

Spread the love
  • 43
    Shares

DINILAI TAK MASUK AKAL, WARGA KEBERATAN PEMBAYARAN REKENING AIR PDAM BOLMONG

BOLMONG, IdentitasPrime – Pembayaran rekening air PDAM di wilayah Kabupaten Bolmong diprotes Warga, pada Senin (8/10 2018) kemarin. Itu terjadi karena seperti yang dialami warga Modayag  sesuai  nama yang tertera direkening air yaitu, Ever Kanine.

Menurut informasi warga, pemakaian air setiap hari  hanya mandi dan mencuci saja. Namun sebaliknya, pembayarannya berbeda setiap bulannya yaitu Rp 76.ribu rupiah dan 106.ribu rupiah.
Bukan itu saja, pada bulan Sepember 2018, menurut keluhan salah satu warga yang minta namanya disamarkan biaya sudah mencapai 300.000 (tiga ratusribu Rupiah).
“Jujur saja saya merasa aneh. Soalnya, pemakaian air di rumah itu hanya biasa saja yakni mandi dan mencuci, kenapa bayarannya berlipat ganda,” seru warga lainnya, seraya menambahkan, ada apa dengan PDAM Bolmong sehingga pembayaran  rekening air  sudah merangkak naik seperti ini.
Pantauan media ini bahwa masyarakat saat membayar rekening air sekaligus memberikan protes dan tak mau membayar rekening air bulan September 2018, Rp 300 ribu rupiah yang dinilai tak masuk akal.
Terpantau ada bahasa dari pihak PDAM Modayag  mengatakan kepada para pelanggan, agar datang di kantor untuk nego, namun pihak PDAM langsung menjawab maksudnya adalah kalau ibu sebagai pelanggan mau komplain, tunggu saja pimpinan unit mereka. “Tunggu pimpinan kami, untuk koordinasi di kantor pusat PDAM yang ada di Kota Kotamobagu,” kata salah satu staf.

Sampai akhir pembicaraan antara pelanggan  dengan pihak PDAM Unit Modayag belum juga mencapai solusi. “Kebetulan saat ini ada wartawan  sampaikan saja pada  wartawan,” kata staf PDAM Modayag itu dengan suar lantang disaksakan wartawan media online identitasprime.com dan media online Berita indonesia.co.id.
“Merasa tertantang dengan ucapan pihak PDAM Unit Modayag. Kami merasa terpanggil sebagai sosial kontrol sekaligus terpanggil untuk membantu masyarakat maka saat itu juga pelanggan PDAM Unit Modayag langsung kami wawancarai terkait dengan keluhan yang dialami masyarakat,” ujar wartawan Berita indonesia.co.id.
Pada intinya, tambah wartawan, pelanggan memberberkan rasa kecewa dengan pelayanan  PDAM Unit Modayag dalam hal ini pembayaran rekening air yang dinilai tidak masuk akal.
“Saat itu belum juga ada solusi yang didapat oleh kosumen, sementara Kepala PDAM Unit Modayag belum sempat dikonfirmasi karena menurut  para pegawai PDAM yang masi berada di kantor itu, bahwa pimpinan unit masih berada di Kotabunan menghadiri kedukaan,” timpal dia.
Pada hari itu pula  sekitar pukul 13.35 media dua media bermaksud untuk konfirmasi dengan  Dirut PDAM  dan jajaran pimpinan yang lain.
“Sayang sekali, sampai berita ini naik, belum berhasil  dikonfirmasi karena menurut ungkapan satpam ywng ditemui. Wartawan saja diperlakukan begini, apalagi masyarakat awam,” tandas wartawan Berita indonesia.co.id dongkol.(Feki Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*