Diduga Gagal Paham, Sangadi Pontodon Timur Keliru Klaim Status SDN 2 Pontodon

Spread the love
  • 7
    Shares

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Dana desa yang terus diprioritaskan oleh Presiden Jokowi sangat membantu masyarakat pedesaan dalam rangka membangun infrastruktur dalam bentuk fisik maupun non fisik yang pada intinya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan demikian salah satu pihak sekolah SDN 2 Pontodon Kecamatan Kotamobagu Utara yang nota bene saat pemekaran sekolah tersebut masuk Wilayah desa Pontodon Timur.
Pihak sekolah tersebut sudah lama mengusulkan agar di depannya dibuatkan gapura sekaligus nama sekolah agar mempermudah dikenal masyarakat.
Namun menurut salah satu guru yang namanya enggan ditulis dimedia ini mengatakan bahwa sekolah tersebut masuk wilayah pemerintahan desa Pontodon Timur sehingga wajiblah pemerintah desa memperhatikan usulan yang sudah lama diusulkan, namun sampai saat ini belum ada realisasi.
Terkait dengan permohonan pihak sekolah SDN 2 Pontodon untuk depan sekolahnya dibuatkan gapura yang bisa mempermuda sekolah tersebut dikenal masyarakat.
Sangadi Pontodon Timur, Rolia Dondo ketika dikonfirmasi diruang kerja, Senin (30/07), mengatakan dia tidak tahu hal itu.
Menurutnya hal itu perlu dikonfirmasi lagi karena SDN 2 Pontodon masih masuk wilayah pemerintahan Pontodon induk.
Menariknya, saat dikonfirmasi dengan Sangadi Pontodon Timur dia mengarahkan kepada media ini untuk konfirmasi dengan Sangadi Pontodon Samuel Pasambuna.
Oleh Pasambuna, dikatakan bahwa SDN 2 Pontodon adalah tanggungjawab Sangadi Pontodon Induk. “Nama sekolah saja jelas- jelas momenklatur-nya masih wilayah Pontodon Induk,” jelasnya sembari menambahkan, tentunya kalau pihak sekolah mengajukan permohonan untuk dibuatkan gapura di sekolah, maka Pemerintah Desa Pontodon Timur yang harus memikirkan permohonan atau usulan dari sekolah tersebut.
“Semua mengacu dari prosedur sesuai wilayah saja, agar tidsk ada kekeliruan dikemudian hari,(Feky Sajow)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*