DIDUGA KUAT, EKSPLORASI PT MMS/PT TTN DI SUNGAI/PERKEBUNAN MAREWUWUNG SUDAH MENYALAHI KAJIAN AMDAL

Spread the love
  • 46
    Shares

INVIRO PT MSM/TTN AKUI, SAAT EKSPLORASI SUNGAI MAREWUWUNG, PIHAKNYA TAK DILIBATKAN

MINUT, IdentitasPrime – Dampak pengrusakan lahan Perkebunan dan Kuala Marewuwung di wilayah Desa Kokoleh I Kecamatan Likupang Selatan dan sekitarnya yang ditengarai dilakukan oleh pihak PT MSM/TTN Group yang di ekspose tim investigasi media online www.identitasprime.com dibawah kordinasi Kepala Departemen Khusus, Jefran Herodes de’Yong dari LSM Adat Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut pada Jumat 15 September silam, menjadi viral dan perhatian berbagai kalangan masyarakat umum.
“Merubah struktur sungai saja, sudah menyalahi Kajian Amdal, apalagi menggelontorkan bebatuan menutupi sungai,” sembur De Yong, Selasa (9/10).

Hal ini sontak langsung menuai tanggapan danndukungan berbagai pihak. Sebut saja Maria Taramen aktivis Kaum Pencinta Alam KPA, yang mengecam keras perbuatan PT MASM/TTN dan antek-anteknya.

Dilain pihak, ORMAS Adat Aliansi Doyot Linekepan (ADL) dan LSM KIBAR Minut, turut mengecam keras ulah PT MSM/TTN terhadap lingkungan hidup di Desa Kokoleh Satu.

Ketua Umum Aliansi Doyot Linekepan dr Vanny Lengkong melalui Meybi Nelwan berjanji akan mendukung siapa saja yang butuh pasukannya untuk unjuk rasa demi menuntut terkait pengrusakan perkebunan dan Sungai Marewuwung.

“Menghambat laju aliran sungai saja harus ada aturan dan dokumen resmi dari Badan Lingkungan Hidup dan Tata Ruang, apalagi menutup aliran sungai seperti yang kami dengar dan lihat langsung ke lokasi,” ujar Meiby.

Proses eksplorasi PT MSM/TTN selaku perusahaan induk dari pekerjaan pengrusakan lingkungan itu, mendapat penolakan keras Kumtua Kokoleh I, Nikolas Pelealu.
“Kami minta PT MSM/TTN dan antek mereka secara resmi menghadap Pemerintah Desa Kokoleh I, sambil mencari solusi bersama, dan libatkan seluruh wartawan dan media Biro Minut untuk hasil dari pertemuan itu. Kalau tidak di indahkan, maka kami akan lakukan demo atas pengrusakan lingkungan,” janji Pelealu.

Sementara Yakob Tumundo selaku perwakilan dari PT MSM/TTN mengaku apa yang sudah dilakukan pihak perusahan, semua sudah sesuai dengan kegiatan Eksplorasi yang diatur pemerintah.
“Kalaupun ada kerusakan atas tanah dan tanaman, memang itu adalah sifat dari kegiatan Eksplorasi yang mau tidak mau ada yang rusak tapi tentu ada penanganan secara lingkungan yang harus dilakukan perusahaan secara kegiatan,” jelasnya.

Jawaban Jakob Tumundo cukup ironi jika di sinkronkan dengan pengakuan salah satu staf dari INVIRO A (bagian perawatan/penghijauan PT MSM/TTN) mengaku, sejak Marewuwung di eksplorasi, mereka tidak pernah dilibatkan.
“INVIRO A adalah bagian terdepan PT MSM/TTN dalam menganalisa lahan yang akan di eksplorasi, agar setelah area itu di eksplorasi, kami yang akan memulihkan penghijauan maupun struktur alam yang dikelolah, supaya kelak ditinggalkan, alam berada dalam keadaan seimbang tanpa ada kerusakan yang fatal,” jelas sumber yang namanya dilindungi oleh media ini, beberapa waktu silam saat ditemui tim di lahan Marewuwung.

INVIRO juga mengakui bahwa sudah ada praktik merubah keseimbangan lingkungan yang dapat membawa dampak resiko.
“Meletakkan batu-batu di aliran sungai, itu sudah menghambat aliran air, apalagi dalam jumlah banyak.Yang jelas itu sudah menyalahi aturan. Untuk eksplorasi di sungai Marewuwung ini, kami akui, ada kesalahan fatal. Tapi kalau tentang pencemaran air, itu butuh kajian dan analisa sampel,” tandas sumber. (Team)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*