Diduga PT MSM/TTN Caplok Lahan Warga, LSM WPITTL dan JPKP Ancam Duduki Area

Spread the love

C-rizt Luntungan: “Saya anggap ini Penyerobotan dan Pengrusakan”

MINUT, IdentitasPrime – Eksistensi perusahaan raksasa PT MSM/TTN di wilayah Kabupaten Minahasa Utara dan Kota Bitung, kembali tersandung masalah yang diduga kuat merugikan masyarakat lingkar tambang.

C-rizt Luntungan pewaris pemilik lahan ‘Perkebunan Kayuwale’ di Kelurahan Pinasungkulan Kecamatan Ranowulu Kota Bitung merasa keberatan terhadap sikap PT MSM/TTN.
“Status lahan ini sampai saat ini masih berproses di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut). Kenapa sudah diduduki dan diambil oleh perusahaan. Saya anggap ini Penyerobotan dan Pengrusakan,” kata warga Desa Pinenek itu.

Sesuai pantauan sejumlah awak media, Kamis (24/10) sekira pukul 10.00 wita, tampak lahan milik Keluarga Luntungan di Perkebunan Kayuwale Kelurahan Pinasungkulan, sebagian besarnya sudah dirombak oleh pihak PT MSM/TTN.

C-rizt Luntungan dan Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakkan Pembangunan (JPKP) Kota Bitung Ical Mamuntu, mengecamengecam keras hal ini.
“Masalah tanah ini kan masih sementara berproses hukum di Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara (PT Sulut), kenapa perusahaan sudah berani menjarah dan memporak-porandakan semua yang ada dalam lahan ini tanpa persetujuan,” kata Ical Mamuntu.
Pihaknya mengingatkan, pihak perusahaan terkait, agar sebaiknya menghentikan pekerjaan, dan menyelesaikan dahulu masalah status tanah ini. “Jika tidak ada solusi, Lahan Perkebunan Kayuwale ini akan kami duduki,” sembur Ical.

Di pihak yang sama, Stenly Sigar, Ketua LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut (WPITTL) Kecamatan Likupang, melalui Mario Mamuntu Ketua LSM WPITTL Kecamatan Madidir yang mendampingi C-rizt Luntungan bertandang ke Kantor Comunitty di Desa Rondor Kecamatan Likupang Timur Minut.
Sementara dari pihak PT MSM/TTN di Kantor Comunity di Desa Rondor Kecamatan Likupang Timur Minut melalui salah satu stafnya, tidak menampik kalau pihaknya telah menerima Luntungan Cs yang menyampaikan keberatannya.

“Mereka sudah menyerahkan Keluhan dalam bentuk tertulis, yang mana lahan akan mereka duduki jika Senin 28 Oktober 2019 nanti tidak ada penyelesaian,” beber pria paruh baya berseragam Staf Comunitty PT MSM/TTN.

Sayangnya sampai berita ini naik, PT MSM/TTN melalui Herry Rumondor, yang dikenal selama ini adalah Humas Kemasyarakatan perusahaan rakaasa ini, berkali-kali dibubungi, nomor ponsel/Wats-App nya belum aktif.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*