Dituding Tak Indahkan Perda No Tiga 2015 Tentang Desa, Ini Tanggapan Camat Liktim

Spread the love

LSM WPITTL: “Kase kesempatan perintah bekerja maksimal sambil torang awasi”

MINUT, IdentitasPrime – Tertanggal 1 Oktober 2019 Desa Sarawet, Kuala Batu dan Rasaan (Sakura) Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara sudah tidak mempunyai kepala Desa.

Kekosongan ini terjadi gara-gara bulan September lalu penjabat hukum tua Lawrensius Rudy Woy,sudah masuk ke masa pensiun.
Mirisnya, saat ini desa Sarawet juga sedang dalam persiapan pemilihan Kumtua periode baru yang akan digelar serentak pada November 2019 nanti.

Merespon keluhan masyarakat Sakura itu, Ketua LSM GEBRAK Minut, William Simon Luntungan menilai hal itu adalah sebuah kesalahan.

“Penjabat Kumtua itu harus diisi oleh ASN. Kesalahanya yakni, camat belum melakukan usulan pergantian, akibatnya penjabat kumtua yang belum ada pengganti membuat terjadinya kekosongan pemerintahan di Desa,” sembur aktivis vokal yang akrab dengan wartawan itu.

Lanjut Will, dampak dari kekosongan penerintahan itu akan kena pada proses pengurusan administrasi desa, karena terhambat tanda tangan penjabat

“Bayangkan saja, kalau nanti ada pengurusan berkas di desa, siapa yang bertanda tangan, dan jika dipaksakaan oleh kumtua lama yang sudah pensiun maka itu menjadi tidak sah,”pungkas William.

Dilain pihak, Camat Liktim Vandy Posumah STTP yang diberitakan bahwa pada Kamis (3/10/2019) terkesan berkelit, dibantah Posumah.

“Saya tidak menampik apalagi menghindar pertanyaan saudara wartawan sebagai mitra pemerintah. Namun selama belum ada pergantaian, berarti jabatan kumtua kan masih dipegang oleh pejabat sebelumnya,” katanya.

Menyangkut pensiunnya penjabat Kumtua, sebaiknya ketemu di kantor kecamatan untuk konfirmasi.
“Memang saya sempat katakan, bahwa saat itu sudah bukan jam kantor. Maksud saya mungkin bisa hari Senin atau Selasa saja,” beber Posumah.

Dirinya juga menambahkan, walaupun sudah pensiun, tapi Pejabat Hukumtua Sakura masih memegang SK Pengangkatan. “Jadi soal status sudah pensiun, sebelum masuk pensiun ini, saya sudah koordinasikan deng pihak DINSOS-PMD, dan saat ini setau saya sementara menunggu tindaklanjut dari dinas,” urai Camat Liktim santun, Minggu (6/10).

Posumah juga meminta maaf kalau ada ucapannya yang keliru. Namun pihaknya telah berupaya menjaga supaya desa ini aman, kondusif meskipun dalam tahapan pesta demokrasi, apapun.
“Maaf kalau ada yang keliru dalam ucapan saya. Namun saya tetap hargai secara aturan dan etika. Saya tidak pernah berniat arogan. Kalaupun dikatakan hari Rabu 2 Oktober 2019 saya dihubungi berkali-kali via telp tidak merespon panggilan, sekali lagi saya minta maaf,” harapnya.

Posumah yang akrab dengan banyak awak media juga berharap, teman-teman wartawan jangan terprovokasi dengan isu maupun dugaan-dugaan untuk merusak rencana pemilihan hukumtua di Sakura.
“Mari baku bantu deng torang,menjadi penyejuk dan turut menciptakan kondusifitas dalam gelaran pesta demokrasi di desa Sakura, sebab bila semua tak berjalan lancar, kasihan nasib rakyat yang akan kesulitan dalam pengurusan berkas maupun administrasi di desa,” tandas Vandy.

Perly diketahui bersama, konstalasi politik terutama dalam hal Pilkades, untuk Desa Sakura memang terkenal sangat panas.
Untuk itu Stenly Sigar, Ketua LSM Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut Kecamatan Likupang Timur menghimbau, persaudaraan masyarakat Sakura jangan dikoyak oleh pihak-pihak yang ingin mengacau pilkades seperti sebelum-sebelumnya.
“Cukup jo dulu Desa Sakura sempat bertahun-tahun yanda ada kumtua. Depe dampak kasiang rakyat yang repot. Kase kesempatan perintah bekerja maksimal sambil torang awasi,” ajaknya.
Sebagai rakyat yang taat aturan, kata Sigar lagi, jika ada hal-hal tak wajar maupun keliru, sebaiknya dikondisikan dengan cara yang elegan saja.
“Buka akses musyawarah, cari kesepakatan agar pesta demokrasi dapat berjalan maksimal. Dan kami akan mengawal itu bersama TRIPIKA Likupang Timur,” pungkas aktivis LSM Adat terbesar di Sulut itu.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*