Divonis Cerai Tanpa Pemberitahuan Mantan Anggota TNI Lakukan Verset

Spread the love
  • 15
    Shares

Marthen Menduga Ada Dalang Dibalik Keretakan Rumah Tangganya

MINUT, IdentitasPrime – Sudah jatuh, ketimpa tangga pula, itulah pepatah yang terjadi pada Marthen Sulla (46) alias Athen warga Desa Watutumow 3 Kecamatan Kalawat Minut.
Pasalnya, setelah dirinya diberhentikan atau dipecat dari Anggota TNI Kodim 1310/Bitung, Koramil 06/Airmadidi sebagai Babinsa Desa Watutumow Dua, ia dikagetkan oleh panggilan Pengadilan Negeri Airmadidi, atas gugatan cerai isterinya, GSM yang akrab disapa Vin (43).
“Ada apa ini, saya digugat tanggal 1 Agustus 2018 tanpa ada selembar suratpun sampai di tangan saya. Tanggal 10 September dari tetangga saya juga saya dapat informasi bahwa pada tanggal 5 September lalu, sudah ada putusan cerai dari pengadilan. Padahal tanggal 8 dan 9, kami sempat berhubungan intim sebagai suami-isteri,” ujar Marthen heran.
Hari itu juga (10 September), Marthen datang ke PN Airmadidi, mengkonfirmasi perihal putusan perceraian atas dia dan isterinya. Oleh petugas piket, ia dipertemukan dengan Hakim, Juru Sita dan Panitera.
“Saya ketemu Hakim, Juru Sita dan Panitera, semua diam dan tidak ada yang mau menjelaskan. Besoknya tanggal 11, saya ke pemerintah Desa Watutumow Tiga, ketemu Sekdes Apolos Pontolaeng STh, Sekdes jawab tidak ada surat. Namun sekdes mengaku Juru Sita pernah antar Surat padanya, tapi dia bilang Juru Sita antar saja sendiri surat itu ke yang bersangkutan (saya),” bebernya.

Nanti setelah Marthen menghadap resmi ke Ketua PN yang baru, akhirnya Ketua PN menjawab tidak mungkin staf PN tak menyerahkan Surat kepadanya atau lewat orang lain di tempatnya tinggal.
“Saya kembali ke Sekdes, saya bilang kalau Sekdes tak pernah terima Relas Panggilan. Tapi jawabnya, kan sudah cerai, kenapa minta surat itu lagi. Dan akhirnya Sekdes jawab besok saja karena Kumtua nanti yang memutuskan, bukan dia,” timpal Marthen yang berjanji akan membawa masalah tersebut ke ranah hukum karena merasa ada ketidak beresan.

Rabu (17/10), pukul 13.00 Wita MaMarthen Sulla menghadiri persidangan Verzet (Upaya Perlawanan Hukum), karena merasa putusan perceraian atas dirinya hanya sepihak saja.
Oleh Hakim PN Airmadidi, keduanya diberi kesempatan bertatap muka (negosiasi) disalah satu ruangan. Namun hanya kurang lebih sepuluh (10) menit, keduanya sudah keluar ruangan dan sempat berdebat.
“Masalah untuk rujuk lagi, saya sudah tak berharap. Tapi yang saya tidak suka, kenapa perceraian ini sejak awal prosesnya terkesan dipaksakan, padahal hasil sidang belum inkrah,” tukas dia.
Lanjut Marthen, selain itu alasan-alasan yang dikemukakan isterinya banyak yang bohong. Saksi yang dihadirkan salah satunya adalah keluarga isterinya.
“Salah satu saksi adalah keponakan isteri saya yang mengaku hanya dikenal sebagai tukang ojek saja, dan saya akan menuntaskan Verset ini,” pungkas MS yang didmpingi sepasang anaknya.
Sedangkan Ketua pengadilan Airmadidi Nova Sasubeh SH.MH melalui staf piket yang minta namanya tak disebutkan mengatakan sidang Verset Marthen Sulla ditunda.
“Sesuai keputusan hakim tadi, tahap mediasasi sudah dilalui, namun tak ada titik temu. Dan sidang lanjutan perkara Verset Saudara Marthen Sulla berlanjut pada tanggal 31 Oktober 2018,” jelasnya. (Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*