DLH MINUT DAPATI PT ABSM BELUM KANTONGI AMDAL, PEMBANGUNAN TAMBAK UDANG DIHENTIKAN SEMENTARA

Spread the love

Theodora: “Ini yang membuat warga marah karena Amdal-nya belum ada”

MINUT, IdentitasPrime – Masalah pembabatan atau lebih tepat disebut pengrusakkan Mangrove yang dipergoki warga dilakukan oleh PT Anugerah Bumi Sempuh Mandiri (ABSM) demi memperluas lahan tambak udang di Desa Sarawet Kecamatan Likupang Timur (Liktim) Kabupaten Minahasa Utara (Minut), langsung diseriusi Dinas Lingkungan Hidup Minut.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minut, Theodora Luntungan SE langsung melakukan peninjauan lokasi, Kamis (25/7/2019), siang tadi.

Sesuai hasil turun langsung lapangan, pihak perusahaan PT ABSM telah menghentikan pembuatan tambak udang karena mendapat penolakan dari pemerintah desa dan masyarakat Desa Serawet.
“Ini memang kewenangan Pemprov Sulut, namun kami sebagai pengawasnya. Dengan begitu DLH harus turun lakukan pengawasan,” tutur mantan Kadis Pol PP Minut itu.

Lanjut dikatakan Luntungan, di lapangan, sesuai hasil peninjauan pihaknya tidak mendapati ada nya pekerjaan. “Memang sih dari hasil turun lapangan kami, tampak pembuatan tambak ini sudah dihentikan oleh pihak perusahaan,” ungkapnya.

Sedangkan dari hasil pembicaraan dengan warga, kata Theodora lagi, jika ijin pertama dikeluarkan pembuatan tambak udang diatas lahan HGU dari Kumtua sebelumnya. Dan itu sudah ada surat dari Pemprov Sulut melalui instansi terkait.

“Sementara pengurusan Amdal di provinsi, namun tambaknya sudah mau dibuka dengan menebang pohon manggrove yang ada di litir (pematang). Ini yang membuat warga marah karena Amdal-nya belum ada,” timpal dia.

Maka dari itu, dari kesepakatan dengan masyarakat setempat, oleh DLH dan Camat Likupang Timur meminta agar perusahaan bisa mensosialisasikan terlebih dahulu.

Sementara itu Plh Hukum Tua Desa Sarawet, Octavianus Maramis mengatakan hingga saat ini perusahaan belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat setempat.
“Benar waktu lalu sempat ada perkumpulan, namun itu hanya ibadah dan tidak ada sosialisasi. Sedangkan kemarin kami anggap bukan sosialisasi, sebab semua serba tidak jelas dan belum ada kesepakatan,” beber Maramis yang hari itu juga tiba-tiba di rolling dengan alasan masa jabatannya sudah usai.

Perusahaan tersebut, kata ASN Kecamatan Likupang Barat ini (Maramis red-), hanya memiliki ijin Hak Guna Usaha (HGU), sementara ijin-ijin yang lain belum ada.

“Dalam HGU tersebut tercatat perusahaan tidak boleh melakukan pembakaran, penebangan ataupun pengerusakan mangrove. Namun yang kita dapat, ada 2 pekerja sementara memangkas dan membakar Mangrove dan saat itu saya langsung suruh berhenti,” tukas Octavianus Maramis  (Ota).

Sampai berita ini terbit, pihak PT Anugerah Bumi Sempuh Mandiri (ABSM) tidak dapat ditemui untuk di konfirmasi.
Namun sejumlah masyarakat pencinta lingkungan berharap, kasus ini sesegera mungkin diselesaikan.

“Kami sangat mendukung bila ada investor membangun di Minut, sebab pasti menyerap tenaga kerja. Namun investornya harus resmi, jelas, dan tahu diri, bukan datang bekerja sembunyi-sembunyi seperti pencuri. Silahkan bangun tambak udang disini, tapi ikut aturan.main sesuai prosedur, agar baik rakyat maupun investor, tidak ada yang dirugikan,” sembur Tonny Rumimpunu masyarakat Likupang. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*