Elly Lasut Mantapkan Langkah Bersama PDIP Ke Pilkada Talaud 2018

Spread the love

Manado, IdentitasPrime – Spekulasi tentang sosok dr Elly Engelbert Lasut (E2L), tokoh berpengaruh yang disebut-sebut ‘Raja Pilkada’ akan berlabuh ke kabupaten/kota dan parpol mana nantinya, akhirnya terjawab sudah.

Secara resmi, E2L mendaftar sebagai calon kepala daerah kabupaten kepulauan Talaud di kantor PDIP Sulawesi Utara (Sulut) Kamis 2 November 2017, siang tadi sekitar pukul 14.00 Wita.
Dia diterima langsung oleh tim penjaringan PDIP Sulut di bawah koordinator Frangky D Wongkar yang tak lain adalah Wakil Bupati Minahasa Selatan saat ini.

Wongkar mengapresiasi langkah Elly Lasut untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah Kabupaten Talaud dari Partai PDIP. “Saya mengapresiasi langkah pak Lasut untuk mendaftar sebagai calon kepala daerah Talaud dari PDIP.  Penjaringan dari PDIP sendiri terdiri dari survei, pendaftaran dan ada persyaratan calon. Calon nanti akan diputuskan dalam rapat pleno PDIP,” beber Wongkar sembari memberi kesempatan kepada anggota tim untuk bertanya kepada Elly Lasut.

Kepada E2L, tim bertanya terkait ketika pernah menjabat sebagai bupati Talaud, apa langkah –  langkah untuk memastikan kemenangan serta program yang masih menjadi target untuk Talaud kedepan,  dan apa yang membuat Elly Lasut tertarik untuk mendaftar dari PDIP.

“Semua orang di Sulawesi Utara tahu bahwa saya mengalami persoalan. Masalah Masuk penjara. Itu terjadi di tahun 2010. 7 tahun saya tidak pernah lagi ke talaud. Nanti sekitar 4 bulan silam,” ujar Lasut mengenang.

Setelah balik ke Talaud ada satu gambaran bahwa masyarakat masih mencintai Elly Lasut. “Saya datang hampir 109 desa selama 3 bulan. Disana dari hitungan kami ada sekitar 50 – 200 orang ditiap desa hadir berkumpul secara spontanitas. Ini adalah suatu hal yg luar biasa dari kacamata saya, mengingat sudah lama saya lama tidak ke Talaud,” tukas mantan bupati yang juga mantan Calon Gubernur Sulut itu.

Lebih jauh E2L menguraikan bahwa sudah ada 30 ribu orang dalam data real. Langkah – langkah ini yang sudah dilakukan timnya untuk mempersiapkan semua.

khir-akhir ini tingkat kepercayaan masyarakat begitu tinggi. Setiap survei, isu tentang pencalonan Elly Lasut tidak bisa maju itu begitu pesat. Lasut pun meyakinkan PDIP terkait 2 periode yang berkembang dalam pemahaman masyarakat.

“Memang ada masalah waktu itu. Sehingga timbul opini bahwa Elly Lasut tidak bisa ikut dalam Pilkada Talaud. Tahun 2014 itu Bupati Talaud yang sekarang ini dilantik menggantikan Elly Lasut. Sedangkan saya sudah masuk penjara tahun 2010,” lanjutnya.

Dirinya kemudian melapor ke Kementerian Dalam Negeri, mengapa ia tidak diberhentikan. Pihak Kementerian pun menjelaskan bahwa ini memang ada masalah. Karena E2L waktu dipenjara keluar 2 keputusan.
“Yang pertama itu saya dijatuhi hukuman 7 tahun penjara karena korupsi. Tetapi ada keputusan setelah 1 mggu kemudian bahwa proses penetapan kasus penahanan saya tidak sah. 2 keputusan ini dibawa ke kementerian dan itu menjadi alasan bahwa saya tidak pernah diberhentikan. Kementerian memahami ini adalah masalah serius sehingga dikeluarkan surat pemberhentian saya pada tahun 2011. Surat ini sudah diserahkan kepada Gubernur Sulawesi Utara dan Biro hukum dan pemerintahan.” urai Lasut.

Setelah itu timE2L menghitung berapa jarak dari pelantikan sampai pemberhentian tetap, ternyata ada 2 tahun 3 minggu. “Berdasarkan keputusan Mahkamah Konstitusi dimana 1 periode itu dihitung tepat setengah atau lebih dari setengah.

Sehingga jawaban dari Kementerian bahwa Elly Lasut untuk periode ke 2 belum mencapai separuh dan berhak mencalonkam diri sebagai bupati di Talaud, ” jelas Lasut sambil menyerahkan surat dari Kementerian kepada tim penjaringan PDIP Sulut.

Selanjutnya program – program yang masih Lasut andalkan adalah pendidikan dan kesehatan.

” Khusus pendidikan saya ingin Talaud mengalami kepercayaan diri tinggi untuk bersaing. Waktu saya menjabat bupati sudah ada 21 ribu dalam catatan saya yang saya sekolahkan, ratusan di Jakarta dan puluhan di Luar Negeri. Sehingga mereka lebih akan percaya diri dan mencintai Talaud. Untuk sekarang tetap target saya pendidikan tapi saya akan lebih prioritas pada skill. Lulusan S1 Matematika harus juga S2 Matematika,” jelas Lasut.

Selanjutnya Lasut menjawab pertanyaan kenapa memilih PDIP. Lasut ternyata adalah penggemar Presiden Jokowi. Sepak terjang Presiden Jokowi membuatnya kagum.

“Walaupun saya orang “luar”,  bukan kader PDIP saya yakin PDIP tidak membeda-bedakan. Seandainya PDIP memberikan dukungan maka saya harus bertanggungjawab, ucap Elly Lasut sambil disertai tepuk tangan dari tim penjaringan dan pendukung yang hadir.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*