Erol Dungus dan Keluarga Gelar Ibadah Syukur HUT-17 Keluarga Besar,”Dungus”

Spread the love

Ibadah Dipimpin Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina

 

“Tinggalkan budaya lama seperti saling menjatuhkan antara satu sama lain agar kita semua hidup rukun dan damai,”

MINUT, IdentitasPrime – Keluarga Dungus yang merupakan salah satu rukun keluarga besar Tanah Tonsea (Kabupaten Minahasa Utara), memperingati HUT yang ke-17, di kediaman Keluarga Dungus – Lariwa, Minggu (7/7/19), pukul 14.00 wita.

Selaku tuan rumah, Erol Dungus SH dan isteri tercinta, Youla Lariwa SH. MH menerima kedatangan keluarga besar Dungus sambil memberikan cendramata berupa kaos krag warna orange bertuliskan Keluarga Besar Dungus dan kipas serta aneka cendramata menarik lainnya.

Selain kurang lebih duaratusan Keluarga Besar Dungus, hadir pula Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina, Anggota Deprov Adriana Dondokambey, Ketua Dewan Minut Berty Kapojos, isteri Ketua DPC PDIP Minut, dan Wakil Ketua DPC PDIP, Kevin Lotulung mendampingi kedua orangtua-nya, Jemaat GMIM Kelurahan Sarongsong Dua, Jemaat Sukur, Suwaan dan Kolongan.

Turut hadir pula beberapa tokoh masyarakat, ormas adat, para pelaku politik, dan beberapa hukumtua yang punya hubungan kekerabatan dan keakraban, para teman masa muda Erol Dungus.

Sebelum Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina memimpin ibadah, hadirin diundang menyanyikan Lagu Betapa baiknya Engkau Tuhan dan Besarkan Nama Tuhan.
Khotbah yang dibawakan Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina, dari Alkitab Perjanjian Lama, Kejadian 4: 1-16.
Dari buah persetubuhan Adam-Hawa, lahirlah Kain, disusul kelahiran adiknya Habel, sebagai generasi manusia generasi kedua ciptaan Tuhan di jagad raya.
Kedua kakak beradik tumbuh dewasa dengan pekerjaan berbeda, yaitu, Kain menjadi seorang petani, sebaliknya Habel seorang gembala.

Pada suatu hari, keduanya memberikan persebahan. Kain memberi persembahan sekadar dan ala kadarnya, sementara Habel mempersebahkan bagian dari hasil ternaknya yang terbaik.
“Karena hati Kain tidak bersih, asap hasil bakaran persembahan Kain tidak naik keatas, sementara asap persembahan Habel naik lurus keatas, dan diterima Tuhan,” urai Pdt Dr Hein Arina.

Lanjutnya, akar pahit dari hati yang tak bersih, melahirkan sirik dan cemburu yang kian hari kian membakar emosi Kain. Iblis terus mempengaruhi jiwa Kain sehingga ia kecewa dan membunuh Habel.
“Usai membunuh Habel, Kain mulai ketakutan dan banyak diam sampai TUHAN bertanya padanya, dimana adiknya, Kain pun menjawab tidak tahu.Kainpun dikutuk ALLAH namun Allah tetap mengasihi hambanya.
Walau harus menjalani hidup terasing, namun Kain diberkati, dan Allah berjanji akan menjaga Kain, bahwa tidak ada yang akan membunuh Kain.
“Siapa membunuh kamu, penderitaanya akan 7 kali lipat, dari yang dirasakan olehmu,” timpal Ketua Badan Pekerja Sinode GMIM itu.

Kisah ini menggambarkan kehidupan dalam keluarga sehari-hari dan pesan-pesan Rohan. Dalam keluarga, mari bahu-membahu, bukan malah saling terkam, baku-baku cungkel, saling iri hati dan bermusuhan. Begitu pula dalam bermasyarakat maupun berorganisasi.
“Mari kita jalani setiap langkah dalam hidup kita senantiasa selalu didalam Tuhan, tinggalkan budaya lama seperti saling menjatuhkan antara satu sama lain agar kita semua hidup rukun dan damai,” tandas Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina.

Ibadah ditutup dengan lagu pujian ‘Bernyanyilah Bagi TUHAN’. Sekitar 1200-an suara membahana di tenda dan rumah jam berukuran raksasa tersebut.

Sesudah ibadah bersama digelar, hadirin pun bersantap bersama-sama penuh sukacita. “Kami sangat bahagia dengan ibadah bersama ini. Rasa kekeluargaan yang tinggi, ayat Alkitab yang diberikan Ketua Badan Pekerja GMIM Sinode, Pdt Dr Hein Arina tadi, bagaikan air sejuk yang masuk ke tenggorokan disaat kami sedang haus,” ucap Erol Dungus didampingi isteri tercinta, Youla Lariwa SH. MH.

Erol Dungus yang digadang-gandangkan akan maju Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah) Minut, tidak menampik hal itu.
Namun untuk langkah awal ini, pengusaha di Jakarta berdarah Desa Kolongan-Suwaan-Airmadidi itu memilih memerkenalkan diri dahulu kepada masyarakat Minut.
“Mau maju dengan kendaraan politik apa, itu masalah nanti. Pertama-tama kami memperkenalkan diri dulu kepada masyarakat Minut tentunya,” kata Erol diamini isteri tercinta, Youla Lariwa SH.MH.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*