GTI Apresiasi Program JMS dan JAGA DESA Kejari Minut

Spread the love

Norris: “JMS jangan hanya disosialisasi di dua kecamatan saja”

Polimpung: “Program yang dimaksud tak kalah bermutu dengan program jaksa menyapa yaitu program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang juga telah diluncurkan oleh Kejaksaan Agung RI”

MINUT, IdentitasPrime – Produk pengenalan hukum Negara Republik Indonesia melalui kegiatan JMS (Jaksa Masuk Sekolah) yang disosialisasikan Kejaksaan Negeri Minahasa Utara (Kejari Minut) dalam rangka membangkitkan dan mematangkan kesadaran hukum bagi generasi penerus yang digelar di Kecamstan Likupang Timur dan Likupang Barat pada Jumat 22 Februari 2019 silam, ternyata mendapat perhatian khusus dari LSM GTI.

Sesuai pemberitaan yang diberitakan www.identitasprime.com untuk program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) telah dilaksanakan oleh Kejari Minut melalui Seksi Intelijen yaitu dengan melaksanakan Sosialisasi kepada para Hukum Tua di beberapa kecamatan yaitu likupang, wori, dimembe dan talawaan.

” JMS (Jaksa Masuk Sekolah) sudah ke 4 sekolah di 2 kecamatan, sedangkan Program Jaksa Menyapa itu sudah diluncurkan dan berjalan oleh Kejati Sulut melalui RRI secara live, yang program itu diisi oleh masing-masing kejari sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Kejati Sulut.

Selain garis-garis besar produk hukum Indonesia, JMS juga menjangkau mssyarakat agar lebih mengenal tupoksi daripada lembaga Kejaksaan,” tutur Polimpung.

Norris Tirayoh Ketua Dewan Pimpinan Cabang Garda Tipikor Indonesia (DPC GTI) sangat mengapresiasi program JMS sebab sangat membantu para siswa dalam pengenalan hukum, agar kelak tak bermasalah dengan hukum. “Saya berharap kegiatan seperti ini dijadikan agenda tetap dan sesering mungkin di lakukan di sekolah-sekolah,” harapnya.

Setelah SMAN 1 Likupang Timur, Tim JMS Kejari Minut melanjutkan sosialisasi hukum di SMPN 1 Paputungan, dengan presentasi materi serupa dengan SMAN 1 Likupang Timur bahkan di Desa Tanah Putih.

Menurut Norris Tirayoh, dengan memperkenalkan produk hukum kepada para generasi muda sejak dini, namun jangan hanya untuk dua (2) kecamatan saja.
“Sangat membantu masyarakat untuk sadar hukum karena paham betul tentang produk hukum yang berlaku di wilayah NKRI, khususnya Kabupaten Minahasa Utara. Tapi jangan hanya disosialisasikan di Kecamatan Liktim dan Likbar saja, mengingat Kabupaten Minahasa Utara ini memiliki sepuluh (10) kecamatan,” pintanya.

Sementara Kajari Minut, Rustiningsih SH melalui Kasi Intel Ekaputra Polimpung SH MH, mengucapkan terimakasih atas apresiasi dan saran yang disampaikan GTI Minut.
“Program yang dimaksud tak kalah bermutu dengan program jaksa menyapa yaitu program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang juga telah diluncurkan oleh Kejaksaan Agung RI,” tandas mantan Kasi Pidsus Kejari Kepulauan Aru Maluku, seraya menambahkan, Sosialisasi hari Rabu dan Kamis itu terkait Program Jaksa Garda Desa (JAGA DESA) sedangkan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) sudah terlebih dahulu di sosialisasikan sekitar bulam Februari dan Maret.(Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*