Hampir 15 Ribu Anggota TNI-Polri dan Masyarakat Manado Goyang Jembatan Soekarno

Spread the love

MANADO, IdentitasPrime – Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-73 tahun 2018 ini digelar dengan sederhana. ‘Gemu Femire’ Pemecahan rekor MURI yakni tarian asal Flores NTT, digelar secara serentak di seluruh Indonesia, pada Selasa (04/09/2018) pagi tadi.
Pangdam XIII Merdeka, Mayjen TNI Tiopan Aritonang, S. IP, Danrem 131/Stg, Brigjen TNI Joseph Robert Giri, S.IP, M.Si, Danlantamal XIII Mdo, Laksma TNI Ahmadi Heri Purwono S.E, Danlanudsri Manado, Kolonel Nav Insan Nanjaya S.H, M.AVN. Mgt, Wali kota Manado, G.S. Vicky Lumentut  berbaur bersama 14.729 anggota TNI-Polri dan masyarakat kota Manado menggoyang jembatan Soekarno dengan tari Gemu Femire.
Aktivitas heboh ini terpantau terjadi sejak pukul 07.25 Wita pagi yang diawali Gubernur Sulut, Olly Dondokambey SE.
Gubernur dalam sambutannya yang dibacakan Asisten I Provinsi Sulut Edison Humiang TNI mengatakan, TNI dituntut untuk lebih meningkatkan Sense Of Crisis permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi. “Selain memaksimalkan performa dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pelayan masyarakat, anggota TNI juga dituntut untuk lebih meningkatkan Sense Of Crisis permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi. Ini sangatlah penting dalam upaya menjaga citra positif aparat negara di mata masyarakat.,” katanya.
Kompleksnya tuntutan ini, memang tidak mudah untuk di wujud nyatakan namun melalui kinerja yang profesional dan mandiri, disertai dengan kematangan dan kecerdasan yang dimiliki, maka TNI sampai saat ini mampu mengimplementasikan segala tugas dan tanggung jawab yang melekat.,  tambahnya.
“Seiring dengan memperingati HUT TNI ke-73, TNI menampilkan warna yang berbeda, melalui terobosan yang kreatif dan sentuhan kemasyarakatan yang persuasif dengan menyelenggarakan pemecahan rekor MURI tari Gemu Famire. Tari Gemu Famire merupakan tarian asal Flores NTT yang belakangan mendemamkan masyarakat Indonesia dengan gaya tarian sederhana dan menyenangkan untuk dilakukan bukan hanya sebagai refresentatif dari kebahagiaan masyarakat Indonesia, sekaligus pengejawantakan dari kesatuan dan persatuan bangsa.

Oleh karena itu, dengan adanya pemecahan rekor Muri tari Gemu Famire saat ini, diharapkan semakin mempertegas kekayaan budaya bangsa, sehingga menutup peluang negara lain untuk mengklaim maha karya ini,” urai Humiang.
Lanjut Dondokambey, menjadi harapan kiranya kegiatan saat ini dapat diikuti dengan sebaik-baiknya. Karena disamping untuk pemecahan rekor MURI juga sebagai media untuk berolahraga, kebugaran dan kesehatan tubuh serta bersosialisasi. Sehingga pada akhirnya dapat memberikan manfaat berarti bagi kesehatan dan kebersamaan kita dalam membangun daerah dan bangsa tercinta.
Pangdam XIII Mdk Mayjen TNI Topan Aritonang S.IP sendiri memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh prajurit dan masyarakat kota Manado dalam mensukseskan acara ini.
“Gemu Famire berasal dari Flores NTT yang membuat kita bangga karena bisa mendunia. Upaya pemecahan rekor MURI ini adalah upaya kedekatan TNI dengan masyarakat yang merupakan kemanunggalan TNI Rakyat,” pungkas Pangdam. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*