Hanya Karena Acungkan 2 Jari, Mata Simbuang Robek Ditonjok Hingga Terancam Buta

Spread the love

KOTAMOBAGU, IdentitasPrime – Suhu politik di pemilihan Walikota (Pilwako) Kota Kotamobagu, bagai thermometer, terus mengalami peningkatan suhu saja layaknya.
Kalau beberapa waktu silam aparat masih mendalami peristiwa pelemparan batu di Kelurahan Matali Kecamatan Kotamobagu Timur, kini aparat Polres Bolmong harus bekerja ekstra terkait laporan warga atas kasus pemukulan ang ditengarai dipicu oleh pengaruh minuman keras dan dampak Pilwako Kotamobagu.

Menurut pengakuan Rifaldi Simbuang alias Ipal (21) warga Kelurahan Kotabangon Kecamatan Kotamobagu Timur, awalnya ia tidak ada masalah dengan pelaku, dan tiba-tiba pelaku datang menonjok mata korban hingga nyaris buta.

Kepada wartawan, korban mengisahkan bahwa pada Sabtu atau Malam Minggu (31/3/2018) sekira pukul 22.00 wita, korban duduk-duduk di rumah tantenya di simpang empat Kelurahan Kotabangon.
Tiba-tiba datang dua lelaki yang dikenal korban bernama Opan dan Bio, lalu keduanya mengajak korban ke rumah salah satu tim pemenangan salah satu calon Walikota Kotamobagu.
Korbanpun mulanya menolak ajakan itu sebab firasatnya sudah lain dan tidak nyaman.
“Saat itu saya dipaksa ke rumah itu, karena tidak enak hati terpaksa ajakan itu saya kabulkan,” beber Ipal.

Bersama keduanya Ipal tiba rumah Ketua Sahabat Tanpa Batas (STB) Eka Korompot, dan disuguhi minuman keras (miras) bersama sejumlah rekan-rekan tuan rumah.
Menurut korban, walau sedang minum-minum, tetap topik pembicaraan adalah soal Pilkada.
“Walaupun sempat saling canda tentang paslon dukungan berbeda, suasana tetap aman,” terang Ipal yang juga turut berjoget ditempat itu karena semua telah dipengaruhi kinuman keras.
Saat asyik berjoget, Ipal secara spontan mengacungkan lengan dengan 2 jarinya tinggi-tinggi, tanpa disadarinya, disitulah awal masalah terjadi.

“Dia datang mendekati saya, saya tidak curiga sehingga saat dia menonjok pelipis mata saya, tak dapat saya hindari,” tandas korban.
Tak terima diperlakukan seperti itu, orangtua korban Rifaldi (Ipal) Simbuang diwakili tantenya Winarni Simbuang, pada hari Minggu 1 April 2018, melaporkan peristiwa penganiayaan itu ke SPKT Polres Bolmong di Kotamobagu.

“Keluarga besar kami tidak terima dihakimi seperti ini. Emangnya salah kalau torang mo acungkan 2 jari so,” sembur Simbuang sedih melihat nasib keponakannya.
Pihaknya, lanjut Winarni, tidak mau mempermasalahkan hal lain, namun yang dipersoalkan adalah sikap pelaku yang sudah berani lepas tangan, disaat sudah dipengaruhi minuman keras.
“Kami tak dapat memaafkan perbuatan pelaku, dan kami berharap Polres Bolmong memproses hukum pelaku dan siapa saja yang terlibat rencana pemukalan keponakan kami, sesuai pasal KUHAP yang berlaku di NKRI ini,” pungkas Simbuang.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*