Hendra Jacob: Tembak Tersangka Kejahatan Jalanan, Angka Kriminal di Sulut Pasti Menurun

Spread the love

IdentitasPrime – Manado – Menyikapi arahan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM, bahwa “Seribu Omongan Dikalahkan Dengan Satu Tindakan”, mendapat apresiasi dari aktifis dan masyarakat yang selama ini merindukan tindakan yang nyata dari pucuk pimpinan Polri khususnya Polda Sulut.

Salah satunya, apresiasi tersebut muncul dari Hendra Jacob SIP.

HJ panggilan akrabnya, yang juga merupakan mantan anggota timsus Polda Sulut, sangat mengapresiasi ide dan gagasan serta arahan mantan Kapolda Maluku itu.

“Akhir-akhir ini angka kriminalitas di Sulawesi Utara meningkat, preman jalanan di mana-mana, sehingga kasus penganiayaan, penikaman hingga sampai pembunuhan terus terjadi di Sulawesi Utara,” ujarnya.

Lanjutnya, dia melihat kriminal di Sulut meningkat, dari peristiwa-peristiwa maraknya penikaman oleh sekelompok orang yang sudah mabuk.

“Hal ini, menjadi problem serius bagi Polda Sulut.┬áTahun 2020 ini sejak Januari hingga sekarang, di Sulawesi Utara, sudah lebih dari 20 kasus pembunuhan, belum ditambah dengan kasus penganiayaan yang setiap hari terus ada laporan di setiap SPKT Polresta/Polres jajaran, sampai di SPK Polsek se Sulut,” jelasnya.

Meskipun dirinya sudah bukan anggota Polri lagi, kepada awak media, HJ menyarankan Timsus Maleo di bawah kendali Kapolda, harus tegas memberantas preman-preman di Sulawesi Utara.

“Yang residivis-residivis masih membuat kekacauan, tembak ke dua kaki, hubungi saya, dan saya akan bantu biaya pengobatannya di rumah sakit,” tegasnya.

Hal itu, berani dikatakannya, dikarenakan dia ingin, di Sulawesi Utara ini aman.

“Bagaimana ekonomi di Sulut akan maju, kalau banyak preman yang masih suka memeras pengusaha-pengusaha, apalagi melakukan penganiayaan,” katanya.

Menurut Jacob, Timsus Polda Sulut itu penting dan sangat bermanfaat.

“Tim khusus itu, sebagai pemukul kapan saja dan dimana saja. Ketika terjadi tindak pidana atau peristiwa lainya yang mengharuskan polisi hadir disitu,” ungkapnya.

Lanjutnya, jadilah Timsus yang sangat dirasakan oleh masyarakat, dimana akses untuk meminta bantuan polisi sangat cepat dan terpantau.

“Saya setuju sekali dan sangat berterimakasih sekali ketika pak Kapolda yang baru ingin mengaktifkan timsus untuk memberantas kejahatan jalanan,” ujarnya.

Ditambahkannya lagi, kalau sprin dari Kapolda langsung, anggota di lapangan terus terjaga dan terpantau oleh Kapolda.

“Disisi lain, anggota memiliki kebanggaan dan rasa percaya diri yang kuat ketika sprin mereka yang bertanda tangan seorang jenderal bintang dua. Saya sedikitnya punya pengalaman dalam hal tersebut, jadi saya tau benar perasaan anggota di lapangan ketika kapolda yang menandatangani sprin mereka,” jelasnya sambil tersenyum.

Dia percaya dengan aktif kembali tim khusus Polda Sulut, dalam membasmi segala bentuk kejahatan konvensional, angka kriminalitas di Sulawesi Utara akan turun drastis.

“Mari kita saksikan bersama, pembuktian kalimat sang jendral bahwa “Seribu Omongan Dikalahkan Dengan Satu Tindakan”,” harapnya. (Mey)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*