HMI UNSRAT GELAR ORASI LONG-MARCH KEMANUSIAAN PEDULI NASIB PARA IMIGRAN AFGANISTAN PENCARI SUAKA DI SULUT

Spread the love
  • 27
    Shares

Ini Aksi Spontanitas Menanggapi Kejadian Meninggalnya WNA Afganistan, Sajjad Jakub,

Diduga Merasa Gagal Mencari Suaka di Indonesia, Imigran Afganistan ini Membakar Diri Pada Kamis 13 Februari 2019

MANADO, IdentitasPrime – Sekitar 20 orang aktivis dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unsrat, dengan korlap pimpinan Bismar Galib (Ketua HMI Fakultas Pertanian) melakukan Aksi Spontanitas Menanggapi Kejadian Meninggalnya WNA Afganistan (Sajjad Jakub) hari Kamis13 Februari 2019 kemarin, pada Jumat (15/02) Pukul 14.45 Wita di Kampus Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Kota Manado.

Aksi dilakukan dengan berorasi secara bergantian dan membawa spanduk yang bertuliskan “Dimana HAM..? Wujudkan pembukaan UUD 1945 alenia 4 ” serta alat peraga berupa dua buah Megaphone, selembar Bendera Merah Putih, dan selembar lagi Bendera bertuliskan Solidaritas Mahasiswa (SM).

Pukul 14.50 Wita, aksi masa berkumpul di Foodpark Unsrat, lakukan Long march mengelilingi kampus sambil menyanyikan lagu darah juang.
Aksi Solidaritas Mahasiswa Peduli Kemanusiaan ini menuntut :

1. Berikan hak hidup kepada 12 imigran asal Adghanistan yang berada di Manado

2. Berikan jaminan kesehatan, pendidikan dan kebutuhan pokok lainnya.
3. Memberikan sertifikat/keabsahan bagi 12 imigran asal Afghanistan yang ada di Manado.

Pukul 15.00 Wita, tiba di Depan Patung Sam Ratulangi Unsrat, orasi pun dikumandangkan dengan wacana yang mana

a. Manusia hidup untuk memanusiakan yang lain (SI TOU TIMOU TUMOU TOU).

b. Peristiwa bakar diri yang dilakukan oleh SAJJAD JAKOB imigran pencari suaka asal Afganistan pada tanggal Kamis 7 Februari 2019 telah menggegerkan dunia, setelah melakukan bakar diri sebagai bentuk aksi protes, oleh masalah mogok makan, hak berpendidikan dan hak untuk beraktifitas dicabut pihak direktorat imigrasi kota Manado Provinsi Sulut.
Saat dihubungkan dengan aksi bakar diri imigran Afghanistan ini, sungguh bertolak belakang dengan sifat manusiawi, mengingat Undang-undang Dasar 1945 menjamin Hak Kebebasan Seseorang bagi siapa pun dia dan di mana pun dia berada.

c. Indonesia bukan Negara yang ikut menandatangani konfensi tahun 1951 tentang status pengungsi dan protocol tahun 1967 akan tetapi, hak untuk mencari suaka di jamin di dalam undang-undang dasar negara Republik Indonesia 1945 pasal 28 G ayat (2) yang berbunyi “setiap orang berhak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat manusia dan berhak memperoleh suaka politik dari Negara lain.”

d. Undang-undang HAM no 39 tahun 1999 pasal 28 juga menjamin bahwa: setiap orang berhak mencari suaka untuk memperoleh perlindungan politik dari Negara lain. Berdasarkan penjelasan undang-undang tersebut, setiap warga Negara yang berstatus imigran berhak mendapatkan perlindungan dari Negara lain atas hak kemanusiaan.

Pukul 16.15 Wita, massa melanjutkan aksi di Depan Patung Wolter Monginsidi, Jl. Pierre Tendean Kecamatan Sario Kota Manado dengan orasi yang sama, kemudian menutup kegiatannya pada pukul 17.45 Wita dengan aman dan tertib, sambil berharap pemerintah mengevaluasi tindakan tak manusiawi terhadap para Im8gran Afganistan ditempat yang sama.

“Sekali lagi kami tegaskan, ini bukan berbicara tentang AGAMA, namum tentang KEMANUSIAAN,” ujar anak-anak HMI penuh haru.(Red/B19S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*