Hormati Kemitraan PERS dan Hadiahi HPN, Presiden RI Hapus Remisi Si Pembunuh Wartawan Radar Bali

Spread the love
  • 31
    Shares

Presiden Jokowi: “Sudah, saya tandatangani”

JATIM, IdentitasPrime – Demi membuktikan rasa hormatnya kepada Wartawan, maka di Hari Pers Nasional (HPN), saat Presiden Jokowi menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasioanal 2019, Jokowi secara resmi mencabut remisi I Nyoman Susrama, otak pembunuhan jurnalis Radar Bali (Jawa Pos Grup) AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Dengan demikian, Susrama tetap harus menjalani hukuman penjara seumur hidup tanpa ada keringanan atau dispensasi sekecil apapun.

“Sudah, sudah saya tandatangani,” kata Presiden kepada sejumlah pemimpin media dan tokoh pers di Surabaya di Grand City Convention Center, Sabtu (9/2/2019).

Remisi Susrama awalnya berupa pengurangan hukuman dari hukuman penjara seumur hidup, diringankan menjadi 20 tahun penjara.
Namun karena ditolak banyak kalangan, Jokowi pun mencabut remisi yang ada. Bukan itu saja, desakan publik juga muncul melalui tanda tangan petisi online di change.org yang hingga Jumat 8 Februari 2019, telah menembus 48 Ribu lebih dukungan.

Petisi bersama surat keberatan tersebut pada Jumat 8 Februari kemarin telah diserahkan ke pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM.

Kasus pembunuhan AA Gde Bagus Narendra Prabangsa terjadi pada 2009. Susrama membunuh wartawan Radar Bali, Jurnalis senior itu kerap menulis dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pendidikan.
Mayat Prabangsa ditemukan di laut Padangbai, Klungkung, pada 16 Februari 2009, dalam kondisi mengenaskan.(Red)

Dikutip dari [celebestopnews.com]

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*