Kapolresta Sebut, Tersangka Pembunuhan Guru Terancam 20 Tahun Penjara

Spread the love

Bawensel: “Tersangka memang masih dibawa umur, tapi untuk proses kasusnya, kami tetap mengenakan KUHP Pasal 340”

MANADO, IdentitasPrime – Kasus pembunuhan guru Agama SMK Ichthus, Alexander Pangkey (54) yang menggemparkan Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (22/10/2019) pagi, langsung disikapi Polresta Manado yang berkordinasi dengan pihak Polsek Mapanget.
Kapolresta Manado Kombes Pol Benny Bawensel memastikan, kasus ini sedang ditangani pihaknya.
“Kronologis kejadian ini, berawal pada Senin (21/10/2019) pagi, dimana Tersangka FL (16) alias Ali warga Kelurahan Mapanget Barat, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Sulut, dan satu temannya terlambat masuk sekolah,” kata Bawensel.

Tersangka dan rekannya, lanjut mantan Kapolres Minsel ini, diberi sanksi untuk menanam bunga di plastik. “Setelah selesai melaksanakan sanksi, mereka berdua duduk di halaman sekolah, sambil merokok,” beber Bawensel.

Gerak-gerik dan aksi kedua murid ini ternyata diperhatikan oleh Alexander Pangkey Guru Agama mereka. “Disitulah, korban menegur tersangka dan temannya, agar tidak merokok,” jelas Kapolresta Manado.

Sayangnya, teguran dari korban, tidak diterima Tersangka dan rekannya yang tak bicara apa-apa langsung pergi ke rumahnya mengambil pisau jenis stainles-stell.
Beberapa waktu kemudian, saat kembali ke sekolah, Tersangka mendapati korban sudah dalam posisi duduk di sepeda motornya.
“Tersangka langsung menikam korban berulang kali, sampai korban terjatuh. dari sepeda motornya, kemudian korban lari ke halaman sekolah, sambil minta pertolongan,” timpal Kapolres.

Malangnya, disaat korban sempoyongan berlari ke halaman sekolah, Tersangka yang sudah kalap terus mengejar korban, dan kembali menikam korban berulang kali di halaman sekolah.

“Meski sudah kena tikam, korban sempat berdiri, dan kembali berjalan keluar dari halaman dan meminta pertolongan kepada guru lainnya,” tukas Bawensel.

Lebih jauh Kapolres menguraikan, yang mana setelah menghujani korban, dengan banyak tikaman, tersangka, langsung lari meninggalkan lokasi kejadian tersebut. “Kemudian korban dilarikan ke RS AURI, selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Malalayang. Namun sayangnya, korban meninggal dunia di Rumah Sakit Malalayang,” sebut Kapolres.

Tersangka berhasil diamankan petugas, dan saat ini sudah dibawa ke Polresta Manado, untuk di proses sesuai prosedur.
“Tersangka memang masih dibawa umur, tapi untuk proses kasusnya, kami tetap mengenakan KUHP Pasal 340, dengan ancaman 20 tahun penjara,” jelas Kapolresta Manado.
Sampai saat ini, dikatakan Kapolrea, motif pembunuhan Tersangka atas korban, adalah Tersangka tidak terima ditegut sang guru.
“Tersangka masih terpengaruh alkohol semalam. Saat itu, korban tegur tersangka jangan merokok, dan tersangka sakit hati, pergi mengambil pisau di rumahnya, dan kembali menikam korban dengan beberapa tusukan,” pungkas Kapolresta Manado

Sampai berita ini terbit, jasad Alexander Pangkey (54), warga Desa Sasaran, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Guru Agama yang menjadi korban pembunuhan di SMK Ichthus, masih ditunggui keluarga di ruang jenasah, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Malalayang, untuk dibawa dan dikebumikan keluarga yang pasrah tak bisa bicara apa-apa.(Vladimir)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*