KM Baku Sayang Hancur Di Perairan Sitaro, Nasib Belasan ABK Belum Jelas

Spread the love

SITARO, IdentitasPrime – Senin (21/8) pukul 09.00 wita, aparat Polsek Siau Timur (Sitim) dipimpin Kanit Intelkam AIPTU H.Wilade bersama 4 Personil polisi, bertolak ke Kampung Buhias Kecamatan Siau Timur Selatan (Sitimsel) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), guna menindak lanjuti laporan warga, bahwa di wilayah tersebut, ada kapal tengelam.
Kapolsek Siau Timur melalui Kanit Intelkam, Aiptu H Wilade pun menguraikan kronologis kejadian yang menimpa kapal nahas beserta para crew-nya.
Menurut saksi lelaki Meydi Bukunusa, warga Kelurahan Wangurer Timur, Lingkungan III, Kecamatan Maesa Kota Bitung, Sabtu 19 Agustus 2017, sekitar pukul 08.00 wita, Kapal KM BAKU SAYANG 03 GT 89, Panjang 32 Meter, Lebar 4 Meter, kapastas 10 Ton, Mesin 340 PK dalam keadaanl stabil, bertolak dari Pelabuhan Perikani Bitung, menangkap ikan diperairan Pulau Pasige Kecamatan Tagulandang Sitaro.
Dijarak sekitar 10 Mil dari tujuan akhir, Kapal KM Baku Sayang 03 dengan Nahkoda Anton Kabuhung dan 22 ABK (total 23), dihantam angin barat yang kencang dan ombak berketinggian sekitar 3 sampai 4 meter.
Sebilah papan dibagian dasar mesin terlepas dan air laut masuk memenuhi isi kapal. Melihat hal itu, Nahkoda Kapal Anton Kabuhung memerintahkan semua ABK memakai baju pelampung. Sekitar pukul 01.00 wita (Minggu dini hari 20 Agustus) KM Baku Sayang 03 dinyatakan tengelam.
“Menurut keterangan saksi Meydi Bukunusa selaku Kepala Kerja Pengawet Ikan KM Baku Sayang, 2 (dua) orang ABK hanyut tenggelam bersama kapal malang itu,” beber Kapolswk Siau Timur melalui Kanit Intelkam AIPTU H.Wilade.

Lanjut Wilade, Senin 21 Agustus, pukul 06.00 wita, pada saat melaut mencari ikan di perairan kampung Nameng Kecamatan Sibarut, nelayan bernama Musa Linggar menemukan Meydi Bukunusa terapung dengan menggunakan baju pelampung warna orange, tertidur lemas diatas sebuah benda warna hitam berbentuk persegi empat.
Olehnya, Meydi dibawa ke kampung Buhias dan menjalani perawatan di rumah Keluarga Tatoda – Tamaka, diinfus dijaga oleh 2 Perawat dibantu pemerintah dan masyarakat setempat.

Kemudian Kapolsek Siau Timur berkoordinasi dengan pihak BPBD, Sitaro dan Basarnas Kabupaten Sangihe dan Basarnas Provinsi Sulut, sampai saat ini telah dilakukan pencarian untuk 22 orang ABK KM Baku Sayang.
Untuk ABK Meydi Bukunusa, dibawa ke RSU Lapangan Sawang guna perawatan lanjut.
“Kami juga sudah menghubungi pihak perusahan Sari Cakalang Bitung (Pak Kisman, melaporkan sekaligus meneruskan info kepada pihak keluarga di Kota Bitung.(Red)

Inilah 10 nama crew KM Baku Sayang yang telah di temukan kapal MT.QOWWIY, di 25 mil timur Pulau Siau, sampai hari ini:

1. Meyer Kuemba
2. Yafet Dirong
3.Wilmar Paparang
4.Jarmes Ahmad
5. Billy Ambar
6.Luther Kundiman
7.Hery Sikome
8.Weldy Mintadoa
9.Chris Aling
10.Ancu Marimalang.

Sedangkan sisanya, masih sedang diupayakan oleh tim gabungan.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*