Kunker di Kota Bitung, Menteri Susi Perintah “Tenggelamkan” 15 Kapal Ikan Asing di 10 Wilayah Secara Serempak

Spread the love
  • 1
    Share

KOLABORASI PAM KODIM 1310/BITUNG DAN POLRES BITUNG, SUKSES KAWAL PROGRAM “TENGGELAMKAN”

BITUNG, IdentitasPrime – Menteri Perikanan dan Kelautan Republik Indonesia yang fenomenal, Susi Pudjiastuti bersama rombongan menginjakkan kaki di Kota Bitung, Provinsi Sulut yang di ikuti kurang lebih 150 orang, pada Senin 20 Agustus 2018 Pukul 08.30 Wita, di Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara.
Kunker Menteri Susi disambut di Aula Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Bitung (P2SDKP) Kelurahan Aertembaga Dua, Kecamatan Aertembaga, Kota Bitung, dengan agenda pertama Pembukaan acara Penenggelaman/Pemusnahan Kapal plus Barang Bukti Kapal Ikan Asing (KIA) Pelaku Ilegal Fishing, kedua Penenggelaman Kapal/Pemusnahan Barang Bukti Kapal Ikan Asing (KIA) Pelaku Ilegal Fishing.
Turut hadir bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (Menteri Susi), Hasan Wirayuda (Mantan Menteri Luar Negeri RI era SBY dan Megawati), Widodo Sumiyanto, A. Pi, M.M (Staf Ahli Menteri Direktur Kapal Perikanan dan Alat Penangkapan Ikan), Nilanto Prabowo (Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan RI) KKP, Bhramantya Satyamurti Poerwadi, ST. (Dirjen Pengelolaan Ruang Laut) (PRL), Laksamana Madya TNI Achmad Taufiqoerrochman, SE. (Wakasal), Ir. R. Sorongan (Kepala Dinas Kelautan) mewakili Gubernur Sulut, Laksamana Muda TNI Hari Jamhari (Kabinda Sulut), Laksamana Pertama TNI Ahmadi Heri Purwono, SE, M.M. (Danlantamal VIII/Manado).
Hadir pula Irjen Pol Drs. Bambang Waskito (Kapolda Sulut), Brigjen (Pol) Drs Bastomy Sanap SH. MBH. M.Hum (Ka Bakamla Sulut), Kolonel Inf Dedi Iswanto (As Intel Kasdam XIII/Mdk), Kolonel Nav Insan Nanjaya (Danlanudsri Manado), Kolonel Laut (P) Djoko Suprijhatin (Dansatrol Bitung), Kombes Pol Giussape Reinhard Gultom (Dirpolairut Polda Sulut), AKBP Filemon Ginting, SIK, MH. (Kapolres Bitung), Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S. Sos (Dandim 1310/Bitung), Letkol Mar Nandang Permana Jaya, S.E (Danyon Marhanlan Bitung), Andy Muh Iqbal Arif (Wakajati Prov. Sulut), Ariana Juliastuty, SH, MH). (Kajari Bitung), Para Unsur Forkopimda.

Pagi itu juga, pukul 08.15 Witta, Menteri Susi dan rombongan tiba di Dermaga PSDKP dan langsung Kantor PSDKP Bitung, kemudian ke Ruang VVIP PSDKP untuk Coffe Morning.
Selanjutnya Pembukaan acara Penenggelaman Kapal/Pemusnahan Barang Bukti Kapal Ikan Asing (KIA) Pelaku Ilegal Fishing 20 Agustus 2018 di Aula PSDKP dimulai dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, serta Doa dan laporan pelaksanaan oleh Kombes Pol Giussape Reinhard Gultom (Dirpolairut Polda Sulut).

Gubernur Sulawesi Utara melalui Ir. R. Sorongan (Kadis Kelautan Provinsi Sulut) memberi ucapan selamat datang kepada Ibu Menteri bersama rombongan dan segenap pihak terkait.

“Indonesia adalah sebagai salah satu negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia, otomatis diberikan hak dan kewajiban oleh Tuhan, memanfaatkan dan memelihara sumber daya alam hayati tentang perikanan yang ada dalam tahapan melakukan pemanfaatan,” katanya.
Hal ini, lanjut Sorongan, sangat penting untuk dilaksanakan agar sumber daya alam yang ada di laut kita dapat terus berikan kontribusi besar bagi pembangunan bangsa untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
“Tidak dapat disangkal berbagai tantangan masih terus menjadi pekerjaan rumah bagi kita bersama. Merupakan salah satu bentuk kebijakan bukan semata-mata hanya untuk mewujudkan gagasan atau bahkan ancaman terhadap pelaku illegal fishing di perairan Indonesia Tetapi lebih daripada itu untuk menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa pemerintah dalam menjaga kedaulatan bangsa Indonesia, tak segan-segan mengambil tindakan,” tandas Kadis Perikanan Sulut.

Pada sambutannya, Menteri Susi menguraikan, persediaan ikan di Indonesia, memang cukup berlimpah. Itu jika itu dikelolah oleh bangsa kita sendiri, otomatis kita pula yang akan merasakan kemakmuran.
“Jika negara lain datang mencuri ikan dan menjualnya keluar negeri, coba kita hitung, berapa keuntungan mereka dan berapa kerugian kita, (hitung dalam rupiah dengan dolar saja). Sebut saja di Maluku adiknya Provinsi Maluku. Dari seluruh wilayahnya hanya 8,7 miliar namun perusahaan perikanan Thailand yang kapalnya 99 sekian persen beroperasi di Provinsi Maluku. Omsetnya saja tiga setengah miliar dolar. Tidak boleh yang begini kita teruskan,” tukas Susi.
Seorang Djuanda, lanjut Menteri, telah menyatukan lautan Indonesia menjadi satu yang tadinya terpisah ada di tengah laut internasional.
“Kadang kita tidak sadar orang-orang ini yang sudah terbiasa mengeruk miliaran dolar dari laut Indonesia mencoba dengan segala cara, kembali Presiden betul-betul sudah komitmen membuat Satgas 115 membuat PR, membuat Perpres 44 yang mendekati dan investasi asing di dalam penangkapan ikan di wilayah laut Indonesia.
Pak Presiden dengan berani membalikkan investasi asing itu tidak boleh lagi ada penangkapan ikan, sebagai substitusi kita berikan pabriknya, marketingnya, mereka punya teknologi punya cara, silakan masuk 100% pun boleh pabrik milik asing. Tetapi penangkapan ikan itu adalah tentang kedaulatan kita juga dalam 3 tahun ini tentang apa itu illegal fishing ternyata juga ada di dalamnya. Juga itu penyelundupan narkoba, perdagangan manusia, penyelundupan miras, rokok, dan lain sebagainya,” urai Menteri.
Lebih jauh Menteri Susi mengatakan, terakhir juga kita melihat ternyata bangsa asing bukan cuma mengambil ikan-ikan kita saja tapi juga kura-kura, ikan hiu, dan binatang terlindungi lainnya pun dibawahnya.
“Kita juga belajar mereka dari mendistorsi daripada ekonomi di diligent domestik kita dengan penyelundupan barang-barang itu tanpa ongkos tanpa pajak.
Bagaimana industri dalam negeri kita akan bersaing mungkin kita tidak merasakannya langsung Adanya kegiatan ekonomi atau kegiatan ilegal,” tandas Susi.
Menteri Susi kemudian melakukan Telecomfrence dengan 10 titik daerah di wilayah Indonesia terkait kesiapan dalam penenggelaman kapal.
Rombongan Menteri kemudian bersama para tamu VVIP menuju ke Dermaga PSDKP, berangkat menumpangi Kapal BISMA 8001 milik Polairut menuju ke Lokasi Penenggelaman di laut Kema 3, Kabuaten Minut.
Tiba di lokasi penenggelaman kapal pukul 10.45 Wita, rombongan tamu undangan menunggu detik-detik kegiatan penenggelaman Kapal Ikan Asing pelaku ilegal fishing.

Pukul 11.00 Wita, jelang penenggelaman Kapal, Laporan Perwira Seksi Penenggelaman. Dansatgas 115 menerima laporan persiapan pemusnahan BB KIA serempak, dari 10 lokasi lainnya yaitu :

a. Lantamal Merauke
b. Lantamal Ambon
c. Dirpolairda Kaltara
d. Lantamal Pontianak
e. Lanal Cirebon
f. Dirpolairda Kepri
g. Lanal Ranai
h. Lanal Tarempa
i. Dirpolairda Sumut
j. Dirpolairda NAD

Penenggelaman KIA pun dimulai dengan aba-aba hitungan mundur 5.4.3.2.1. “Tenggelamkan !!! Oleh Dansatgas Menteri Kelautan dan Perikanan RI, ditutup dengan laporan Perwira Seksi Pelaksanaan Penenggelaman.

Inilah Nama dari 15 Kapal itu:
– Solavide (Philipina) 5 GT
– FB. LB. Vient – 06 (Philipina) 25 GT.
– F/BCA. JEBO – 7 (Philipina) 4 GT.
– FBCA. JEBO (Philipina) 34 GT
– FB IAN JADE (Philipina) 2 GT
– KM. ALVIN TROY (Philipina) 3 GT
– FBCA JHARRED (Philipina) 25 GT
– KM. CAMAR 01/JAMIES (Indonesia) 3 GT
– FBca PMC 26 (Philipina) 3 GT
– KM. GRACIA (Philipina)
– KM. DIVINE (Philipina)
– F/B GILEYE (Philipina)
– F/B KURY GUAPA (Philipina)
– F/B CITRA 08 (Philipina)
– ONG 90271TS (Vietnam)

Pada pukul 11.30 Wita, Menteri Susi dan rombongan kembali menuju Dermaga Satrol Lantamal VIII/Bitung, selanjutnya berjalan kaki menuju Gedung Syahal Satrol Lantamal VIII/Bitung. melaksanakan Press Release dilanjutkan ramah tamah, selanjutnya rombongan meninggalkan Gedung Syahal Satrol Lantamal VIII/Bitung menuju Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado kembali ke Ibukota Jakarta.(Wawan)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*