Kodim 1310/Bitung Tangkap Tangan Bisnis Jual-Beli BBM Premium Bersubsidi di Belakang Kantor KPU Karena Terlalu Vulgar

Spread the love
  • 11
    Shares

Sesuai Prosedur, Usai Diambil Keterangan, Kodim 1310 Serahkan 2 Terduga Pemain BBM Dan Barbuk ke Polres Bitung

BITUNG, IdentitasPrime – Keseriusan Kodim 1310/Bitung mengawal Pertahanan Keamanan (Hankam) dan aset negara selaku mitra Polri pengayom dan pelindung masyarakat, ternyata bukan omongan besar belaka.

Gerah mendengar informasi, adanya praktik perdagangan BBM Bersubsidi ilegal secara terang-terangan di wilayah teritorialnya, Dandim 2310/Botung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat S.Sos, menurunkan anggotanya lakukan pengintaian dan penangkapan.

Sesuai baket (bahan keterangan) yqng masuk, Tim Intelijen dibawah perintah Dandim bergerak ke sebuah lahan kosong Kelurahan Manembo-Nembo Kecamatan Matuari, Jumat (08/2 2019), pukul 06.35 Wita.

Di lahan yang oleh para sopir tangki lebih dikenal dengan sebutan “Belakang KPU”,Tim gabungan sebanyak 5 personel Unit Inteldim 1310/Bitung dan Pers Den Inteldam XIII/Merdeka dipimpin PLH Danunit Inteldim, Serma Yakob Yudas,, bergerak.
Dilokasi yang sudah di targetkan, tim memergoki 1 unit mobil tangki type Jumbo Ranger E -2 Nomor Lambung 43, DB 8146 AK yang diduga sedang melakukan penjualan BBM bersubsidi jenis Premium kepada pembeli HH (38).

BBM itu dijual si sopir kepada pembeli yang menggunakan sebuah mobil dikemudikan oleh lelaki SM, (32) warga Kelurahan Winenet 2 Kecamatan Aertembaga Kota Bitung, Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat S.Sos, melalui Pasi Intel Shardie menguraikan kronologi penangkapan Terduga ke group Wartawan Kodim Bitung, sebagai berikut:

Kamis 7 Pebruari 2019 pukul 09.00 Wita, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Kusnandar Hidayat, S.Sos memberikan perintah kepada Personel Unit Inteldim 1310/Btg untuk lakukan penangkapan terhadap tangkil-tangki minyak keluar dari Depot Pertamina, berani lakukan penjualan secara illegal dengan cara singgah ke pangkalan-pangkalan minyak di Bitung sebelum menuju ke SPBU tujuan.

Atas perintah Dandim itulah personel Unit Intel dibawah pimpinan Plh. Dan Unit Intel Serma Yacob Yudas, Jumat 8 Februari 2019 pukul 05.15 Wita, bergerak lakukan pengintaian di dua sasaran, yaitu didaerah Kelurahan Sagerat dan dilahan kosong di Kelurahan Manembo – nembo Kota Bitung.
Pukul 06.35 Wita, di lokasi lahan kosong Kelurahan Manembo-nembo Kota Bitung (belakang KPU) tim pergoki 1 (satu) unit mobil tangki sedang melakukan pengetapan (dalam Bahasa Manado disebut ‘ba tap’) bensin

Pukul 06.50 Wita, personil gabungan mengamankan mobil tangki beserta sopir dan barang bukti menggelandang ke Makodim 1310/Bitung.

Sopir tangki dan pembeli serta barang bukti yang diamankan Tim adalah:

– 1 unit tangki BBM DB 8146 AK
– Uang transaksi sebesar Rp 910.000
– 10 buah jerigen isi 25 liter (berisi)
– 11 buah jerigen kosong
– Tangki modifikasi 3 buah (kosong)
– Segel tangki sebanyak 13 buah.
– 2 lembar LO dr Depot Pertamina.
– 3 buah HP
– Lelaki inisil HH (pembeli)
– Lelaki SM (sopir tangki/penjual)

Dalam interogasinya, lelaki berinisil SM mengaku sudah 1 tahun bekerja sebagai sopir dengan gaji Rp 3.800.000/bulan.
Sesuai jadwal, SM setiap minggu harus 2 kali melakukan pengangkutan BBM jenis premium dari Depot Pertamina Bitung ke SPBU di wilayah Sulawesi Utara.
Keluar dari Depot Pertamina Bitung, lelaki SM singgah ke TKP menjual bensin sebanyak 7 jerigen (isi 25 liter) dengan harga Rp 130.000/jerigen.
Sebelumnya SM sudah berkoordinasi lewat telepon dengan pembeli lelaki HH (38) warga Kelurahan Manembo-nembo Kota Bitung.

Lelaki SM kemudian mengisi BBM jenis premium di Depot Pertamina Bitung pada (08/2) pukul 05.15 Wita dengan isi 16 KL premium, tujuan SPBU 7495606 Jalan Raya Tondano Kelurahan Wengkol Kabuaten Minahasa.
Sesuai LO yang dikeluarkan Depot Pertamina Bitung sebanyak 16 KL (ukuran tangki). Namun, petugas Depot dalam mengisi minyak lebih dari ukuran yang ada, untuk mendapatkan fee dari sopir sebesar Rp 100.000 per mobil tangki. Kelebihan itulah, kemudian sopir kembali menjualnya ke pembeli untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

“Karena mempunyai ruang lingkup terbatas, maka Kodim 1310/Bitung pun hanya mengamankan sopir dan barang bukti di Makodim 1310/Btg selama 1X24 jam saja, (dalam rangka pengumpulan bahan keterangan alias Pulbaket,” rutur Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Kusnandar Hidayat.
Lanjut Dandim, usai mengambil keterangan dari sopir tangki, Kodim berkoordinasi dengan Kepala Depot Pertamina Bitung guna penertiban dan lakukan pengawasan proses pengisian BBM ke tangki.

“Pukul 16.00 Wita, di Makodim 1310/Btg barang bukti dan sopir tangki serta pembeli minyak diserahkan oleh Dandim 1310/Bitung kepada AKP Edy Kuswadi (Kasat Reskrim Polres Bitung) dalam rangka penyelidikan lebih lanjut. Semoga Polri menuntaskan masalah BBM ilegal ini sampai tuntas,” jelas Dandim 1310/Bitung.

Ia juga menambahkan, pada saat penangkapan tangki di TKP terdapat 4 orang sipil namun berhasil melarikan diri saat diketahui yang melakukan penangkapan dr anggota Intel Kodim 1310/Bitung.
“Aksi transaksi ditempat itu sudah terllalu berani. Dari keterangan yang berhasil digali dari pelaku, ternyata tindakan penyalahgunaan BBM ini sudah berlangsung lama dengan melibatkan beberapa operator hingga pengawas SPBU dengan membayar Rp 100 ribu tiap 1 kali isi,” jelas Kodim1310/Bitung.

Perlu diketahui bersama, lanjut dikatakan Dandim, pasal pelanggaran yang dikenakan ke para pelaku adalah UU RI No 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi.
“Ada pula pasal 55 bahwa setiap orang yang menyalahgunakan dan atau meniagakan BBM yang disubsidi pemerintah di Pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar,” tandas Dandim 1310/Bitung. (Meikel W)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*