LSM KIBAR CURIGA KASUS KEMATIAN KO HEN SUPIT BUKAN GANTUNG DIRI

Spread the love
Presiden LSM KIBAR, Andreas Lasut SH. STh

Lasut: “Jika Dikeluarkan SP3 Sementara Keluarga Almarhum Tidak Diberitahu, itu terlalu prematur”

MINUT, IdentitasPrime – Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Independen Bersama Azas Rakyat (LSM KIBAR) mempertanyakan kasus tewasnya pebisnis senior Kota Bitung, Antonius Henky Supit (55) alias Ko Hen pada Sabtu 14 Juli 2018 silam.

“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polsek Airmadidi, Polres Minut, Polda Sulut maupun Mabes Polri. Kami beri perhatian khusus terhadap kasus ini, mengingat Almarhum pernah menjabat sejumlah jabatan berkelas seperti Sekretis parpol dan Bendahara parpol besar di Kota Bitung. Bahkan almarhum juga pernah menjabat Ketua GAPENSI Bitung,” tutur Andreas Lasut SH. STh MTh,Presiden LSM KIBAR, Senin (29/4).

Namun lanjut Lasut, kematian korban dinilai masih misterius, sementara pihak keluarga korban mengaku belum ada kordinasi, tiba-tiba beredar informasi kasus itu sudah di SP3 (Surat Pemberhentian Proses Penyelidikan) oleh polisi terkait.
“Sebagai saudara kandung, tentu saja pihak keluarga ingin kasus ini dibuka kembali dan diselesaikan sesuai aturan hukum yang berlaku. Bukan di SP3 tanpa ada kordinasi,” ujar Andreas.

Sampai berita ini terbit, lanjut Andreas Lasut, pihaknya sedang mencari waktu yang tepat untuk lakukan lintas kordinasi dengan pihak Polsek Airmadidi dan Polres Minahasa Utara.
“Tinggal menunggu waktu, mengingat polisi sedang sibuk mengamankan Pemilu serentak. Kalau sudah tidak sibuk, usai Pemilu nanti kami akan memastikan, apa benar kasus ini sudah di SP3. Jika benar, maka kami akan lakukan pra-peradilan,” tukas Andreas Lasut.

Perlu diketahui, kematian Ko Hen Antonius Supit (55) warga Kelurahan Bitung Tengah Kecamatan Maesa Kota Bitung, cukup menghebohkan.

Pasalnya Ko Hen adalah salah satu tokoh berpengaruh di Kota Bitung, ditemukan para buruh kerjanya tewas tergantung dikamar mandi, di area proyek embung Wanua Ure Kelurahan Sukur Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minut sekitar pukul 09.00 Sabtu (14/7/2018) silam.
Satu hal yang menarik campur tangan LSM KIBAR dalam kasus kematian Ko Heng Supit, kasus ini terkesan ada beberapa keganjilan.
“Jenasah korban diturunkan dari tali, kemudian dibawa ke rumah Sakit Walanda Maramis Airmadidi tanpa sepengetahuan pihak polisi dan keluarga. Nanti jenasah sudah di Rumah Sakit Airmadidi baru polisi datang ke TKP dan rumah sakit, disitu saja sudah ada hal tak wajar,” beber Presiden KIBAR Andreas Lasut.

LSM KIBAR juga mempertanyakan keberadaan tali yang menjerat leher korban sehingga tewas, ada yang tak beres.
“Siapa yang sudah berani membuka tali dari posisi awal di TKP, kemudian dimana tali tersebut, Kami perlu melihat tali yang menjerat leher korban, sebab dari bentuk simpul tali itu kami dan tim forensik RSUP Kandouw bisa memastikan apakah korban murni gantung diri. Sebab ada berbagai macam simpul, contohnya simpul hidup, dan simpul mati. Tetap di lingkaran leher, ada bagian yang tidak terjerat karena adanya titik simpul di tali itu,” tandas Lasut seraya mwnambahkan, jika polisi sudah meng-SP3 kasus itu, dianggap terlalu prematur.
“Kami anggap terlalu prematur, selain masih ada asas praduga tak bersalah, penanganan kasus ini tidak ada kordinasi dengan keluarga korban, sementara korban masih memiliki kakak-adik yang selama ini menunggu perkembangan dari kasus itu”. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*