LSM LIRA Tuding Proyek Pekerjaan Jalan Likupang-Bandara di Desa Wasian Sarat Penyimpangan

Spread the love
  • 69
    Shares

Rinto: Pekerjaan Abal-abal Yang Mengancam Keselamatan Masyarakat Baiknya Dibongkar Saja

MANADO, IdentitasPrime – Program dan target Pemerintah Provinsi Sulawsai Utara dengan terobosan berupa peningkatan Jalan Likupang-Bandara Samratulangi demi mendongkrak sektor Pariwisata, jika dikelolah secara maksimal dan profesional, sebetulnya sangat bermanfaat untuk banyak kalangan.
Selain jalan dilebarkan, sarana dan pra sarana ditingkatkan, otomatis akan berpengaruh pula pada harga tanah ditwpian jalan yang terkena program pelebaran jalan tersebut.

Namun proyek pembangunan Jalan Likupang-Bandara dengan awal pekerjaan digelar di batas Desa Wasian-Lumpias Kecamatan Dimembe dan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara, awal pekerjaan saja sudah menjadi buah bibir masyarakat.

Pasalnya, pada awal pekerjaan saja disinyalir sudah nampak praktik penyimpangan yang mengandung resiko, namun tetap dipaksakan.

Demikian asumsi yang dilontarkan Rinto Rakhman aktivis Lumbung Informadi Rakyat (LIRA) beberapa waktu lalu.
“Kami sebut ini pekerjaan gila sebab banyak yang todsk jelas. Pekerjaan abal-abal yang mengancam keselamatan masyarakat baiknya dibongkar saja,” tukas dia.

Lanjut Rinto, pelaksanaan proyek jalan itu diduga banyak keganjalan. Bukti-bukti sudah dikantongi pihaknya, tinggal merampungkan bahan laporan ke kejaksaan saja.
“Kami pertanyakan
1. Kontraktornya
2. Pengawas Proyeknya
3. Pejabat Pembuat Komitmen
4. Pejabat Pengguna Anggaran
5. Perencana Program,
6. Konsultan Perencana.
Kalau Dinas PU Provinsi mengaku di kejar target akhir tahun anggaran, harusnya cari solusi, bukan malah bikin sarana penunjang kematian rakyat secara terang-terangan,” sembur Rinto.

Pihaknya juga mengingatkan, LSM LIRA yang mempunyai cabang di 34 Propinsi dan 393 di kabupaten/kota akan berkordinasi antara satu sama lain, mengejar masalah Proyek Jalan Bandara-Limupang di Desa Wasian Kwcamatan Dimembe ini sampai tuntas.
“Pemerintah kerap kali membuat kebijakan tapi tidak mempertimbangkan semua aspek dan dampak buruk serta kerugian negara. Dan ini harus dihentikan. Dua (2) saja pertanyaan kami. Kalau nanti terjadi laka lantas menewaskan masyarakat, apakah Dinas PU Provinsi Sulut siap digugat.

Terpisah, Kadis PU-PR Provinsi Sulawesi Utara saat di konfirmasi via nomor Whats-App menjawab sedang berkordinasi dengan PLN.
“Ya…kami sdh berkoordinasi dgn PLN utk pemindahan tiang2 listrik tersebut,” katanya singkat. (Meikel/NNoval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*