LSM WPITTL DPC Minut Mengecam Keras Pelaku Penjarahan dan Pengrusakkan 9 Waruga Kaima

Spread the love

Mamahit: “Kami minta aparat TNI/Polri dan masyarakat bekerjasama, ungkap siapa dalang penjarahan dan perusak situs budaya ini”

MINUT, IdentitasPrime – Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara kembali dibuat gerah oleh perbuatan pihak tak bertanggungjawab setelah terungkap adanya praktik penjarahan dan pengrusakan situs budaya berupa Waruga di Desa Kaima Jaga III, Kecamatan Kauditan, beberapa hari lalu.

Sesuai keterangan Arnoldy Pateh Juru Pelihara Waruga Suluttenggo di Desa Kaima, penjarahan itu diperkirakan terjadi sekitar hari Kamis 13 Juni 2019.
“Soalnya sebelunya semua ada dalam posisi baik-baik saja. Jumat pagi tanggal 14, waktu saya mau bersihkan rumput, saya kaget saat melihat kurang lebih 9 buah Waruga sudah tak beraturan,” tutunya, Selasa (18/6).

Praduga Arnoldy Pateh Juru Pelihara Waruga Kaima turut dikuatkan oleh kisah-kisah mistis, yang mana kalau malam Jumat merupakan malam keramat bagi para penganut ilmu hitam lakukan ritual.
“Ada dua kemungkinan modus operandi yang mendorong mereka menjarah Waruga-waruga ini. Kalau bukan mengincar barang berharga (pusaka) untuk bisnis, berarti mereka tersesat keserakahan mencari ilmu kesaktian, tanpa didasari moral,” kata Meidy Kumaseh mantan Hukumtua Desa Kaima.

Kumaseh juga mengingatkan kepada para pelaku agar tidak main-main dengan Waruga, mengingat para leluhur itu mempunyai kharisma dalam ilmu tak kasat mata.
“Saya himbau, bagi mereka yang sudah menjarah dan merusak Waruga-waruga ini, sadari dan minta maaflah, sebab tidak ada yang mampu membendung amarah para leluhur.

Sesuai pengakuan Pateh, beberapa hari ini sudah turun ke lokasi Waruga sekitar 9 Tonaas lakukan pengecekkan.
“Dorang so datang ba Ator, so ada petunjuk. Orangtua ada bilang pa salah satu Tonaas, masyarakat kata nda usah emosi, nanti Orangtua yang bawa dorang tu pelaku kemari. Kalu mo malawang, orangtua mo beking saki,” Arnoldy Pateh Juru Pelihara Waruga Suluttenggo di Desa Kaima.

Kapolsek Kauditan, Iptu Ahmad Bastari S.Sos membenarkan adanya laporon
Polisi tentang penjarahan Waruga Kaima tersebut.
“Kami lakukan olah TKP, lakukan penyelidikan terlebih dahulu, sesuai tupoksi, apabila di lokasi ada unsur pengrusakan, maka kita akan lakukan pengembangan,” tuturnya.

Terpisah, Ketua Umum LSM Adat Waraney Puser In Tana Toar-Lumimuut (WPITTL) John F S Pandeirot melalui Ketua WPITTL DPC Minut, Feky Mamahit, mengecam keras penjarahan dan pengrusakan itu.

“Para pelaku tak pantas diaebut.orang bermartabat. Waruga adalah kuburan para leluhur, harusnya disucikan dan dijaga, bukan dirusak seperti itu,” semburnya, Rabu (19/6).

Feky berharap, masyarakat adat dan aparat bekerjasama mengendus pelaku pengrusakan Waruga-waruga tersebut.
“Kami minta aparat TNI/Polri dan masyarakat bekerjasama, ungkap siapa dalang penjarahan dan perusak situs budaya ini. Bila pelakunya orang Sulut, semoga ditimpa azab dan sengsara selama hidupnya,” pungkas Mamahit geram. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*