LSM WPITTL Harap TNI/Polri Proses Oknum Pelaku Pengedar Video Penyegelan Musholah di Tumaluntung, Bakal

Spread the love

Kapolres: “Pemerintah Desa Tumaluntung tidak pernah menyegel musholah maupun rumah ibadah”

Mamahit: “Kami mendukung Ibu Kumtua Tumalungtung melporkan oknum terkait untuk di proses hukum”

MINUT, IdentitasPrime – Video disegelnya salah satu musholah di Desa Tumaluntung, Kecamatan Kauditan, Minahasa Utara Sulawesi Utara yang terkesan beraroma PROVOKATIF oleh oknum tak bertanggungjawab, sangat rentan merusak kerukunan antar umat beragama.

Kapolres Minahasa Utara, AKBP Jefri Siagian SIK sangat menyesalkan hal tersebut.
“Penyegelan musholah di Perum Agape Tumaluntung merupakan hal yang tidak benar, karena pada kenyataannya, Pemerintah Desa Tumaluntung tidak pernah menyegel musholah maupun rumah ibadah,” tegasnya dalam tatap muka dengan jamaah Al Hidayah Perumahan Agape Desa Tumaluntung, Senin (29/7)2019).

Video itu, lanjut Siagian sudah diluruskan dan diklarifikasi langsung, Hukum tua sudah di konfirmasi. “Hukumtua sendiri sudah mengatakan, untuk sholat 5 waktu itu tidak dihalangi. Maksud dari pemerintah desa, aktivitas di luar sholat, harus dikoordinasikan lagi kepada pemerintah daerah setempat,” timpal mantan Kapolres Kepulauan Seribu itu.

Lanjut dikatakan Siagian, masyarakat jangan terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya, sehingga dapat memutus tali persaudaraan yang selama ini terjaga dengan baik.

“Polri khususnya Kepolisian Resor Minahasa Utara menjamin kebebasan beribadah disini, sesuai dengan amanat Undang Undang Dasar 1945 Pasal 29. Bahkan saya mendukung keinginan masyarakat untuk membangun rumah ibadah disini, sambil kita bersama-sama menjaga kondusifitas di tanah Tonsea yang kita cintai ini.” tandas Kapolres Minut.

Terpisah Feky Mamahit, Ketua LSM WARANEY PUSER IN TANA TOAR-LUMIMUUT Minahasa Utara (WPITTL Minut) menyambut baik imbauan Kapolres Minut agar tidak terprovolasi isu-isu SARA seperti itu.
Namun ia berharap Polres Minut dan Kodim 1310/Bitung harus menentukan sikap terhadap oknum atau kelompok yang tak berkompeten namun sudah berani meng-upload atau memposting film, rekaman atau foto-foto seperti itu.
“Sampai hari ini belum ada tindakan tegas baik dari Polres Minut maupun Kodim 1310/Bitung terhadap oknum atau kelompok yang ingin memicu pertikaian antar agama itu. Siapapun dia, agama apapun dia, sebaiknya diproses hukum,” katanya.

Masih dikatakan Mamahit, wacana Hukumtua Tumalungtung Ifonda Nusah yang akan mempolisikan oknum ataucpihak yang sudah memposting informasi penyegelan musolah itu, sangat di apresiasinya.
“Sebagai pejabat desa dan oknum yang paling dirugikan oleh informasi menyimpang itu, kami mendukung Ibu Kumtua Tumalungtung melporkan oknum terkait untuk di proses hukum. Polisi juga harus merespon dan menuntaskan bila laporan itu masuk. Dengan begitu masyarakat akan paham bahwa tidak boleh sembarangan memposting suatu kegitan atau kejadian, secara sepihak apalagi tidak tahu duduk perkaranya. Wartawan saja tidak sembarangan memposting,” pungkas Mamahit. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*