Mayat Mengapung Yang Ditemukan di Halmahera Selatan Adalah Herman Rotikan

Spread the love

KUAT DUGAAN, KORBAN TEWAS DIBUNUH

MANADO, IdentitasPrime – Masih ingat berita yang diangkat www.identitasprime.com tentang nelayan bernama Herman Rotikan (53) warga Desa Buku Utara yang dinyatakan hilang saat melaut pada tanggal 24 Maret 2018 lalu?

Kamis, (5/4/2018), sekira pukul 15.05 Wit, masyarakat nelayan Tanjung Pasir Putih, Desa Orimakurunga Kecamatan Kayoa Selatan, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menemukan sosok laki-laki usia sekitar 50-an terapung dengan kondisi mengenaskan, mulai membusuk.

Dari hasil pemeriksaan luar-dalam dr. Hasya Pradana Louis ditemukan 2 (dua) luka tusukan benda tajam pada bagian dada dan perut serta gumpalan darah pada bagian belakang mayat yang berada di laut selama 4-5 hari karena kondisinya sudah membusuk.
“Korban sebelum meninggal, sudah dianiaya atau dibunuh di darat, kemudian dibuang ke laut sebab bila manusia mati karena tenggelam tidak mungkin terjadi gumpalan darah pada bagian tubuh manapun dan kondisi mayat usus sama bagian perut lainnya sudah berada di luar,” jelas dr Hasya Pradana Louis

Hukum Tua Desa Buku Utara Rio Lembong, Jumat (6/4/2018) malam mengatakan, upaya pencarian korban yang dilakukan nelayan dan Tim SAR hanya bisa menemukan perahu yang digunakan korban saat melaut.

“Kemarin saat saya melihat postingan dengan keterangan penemuan mayat di Laut Halmahera, maka langsung dilakukan upaya konfirmasi dengan keluarga berdasarkan keterangan cirri-ciri korban yang dirilis oleh aparat desa dan Polsek Halmahera Selatan ternyata cocok,” ungkap Lembong.

Menurut keterangan keluarga dan Polsek Halmahera Selatan, mayat yang ditemukan mengambang di permukaan laut mengenakan celana pendek warna abu-abu kecoklatan, memiliki tato abstrak di lengan kanan dan tato huruf HR di lengan kiri yang merupakan inisial dari nama korban sendiri.

Mengenai upaya untuk memulangkan mayat korban ke kampung halaman di Desa Buku Utara, Lembong belum bisa memberikan keterangan seperti apa teknisnya.
“Kita masih akan berkoordinasi dengan berbagai pihak termasuk pihak keluarga,” jelas Hukum Tua Desa Buku Utara Rio Lembong.(Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*