Minut Butuh Monumen Para Pendiri Kabupaten

Spread the love

Tanod: “Pejuang Minut Layak Difasilitasi Dan Di Abadikan Pemkab”

Minut, IdentirasPrime – Penggagas pembentukan Kabupaten Minahasa Utara yang tergabung dalam Badan Pembentukan Kabupaten Minahasa Utara (BPKMU), layak disebut  Pejuang Minut dan selayaknya mendapat perhatian khusus Pemerintah kabupaten (Pemkab) Minut.
Meiyer Tanod S. Sos Ketua LSM Maesa’an Tou Malesung menyebutkan, Kabupaten Minut yang terpisah dari kabupaten Minahasa sejak tahun 2004 ini, dengan keberhasilan yang telah dicapai hingga tahun 2017 ini, merupakan momentum yang diciptakan setelah para pejuang pembentukan ini, berhasil meyakinkan seluruh masyarakat Minut serta para pemangku kepentingan, termasuk partai politik bahwa, Minahasa bagian Utara atau wilayah Tonsea ini layak untuk dimekarkan, karena memiliki potensi dan sumber daya untuk menjadi sabuah kabupaten atau daerah Otonom baru.

“Tanpa para pejuang ini, belum tentu Minut sudah seperti sekarang sebagai daerah Otonom dan memiiki pemerintah daerah sendiri. Sehingga tidaklah heran jika saya mengusulkan perhatian khusus untuk para pejuang dan keluarga. Apalagi beberapa sudah meninggal diantaranya Drs. Boy Rondonuwu, DR. Helda Mumbunan, Marlon Sangian. Setidaknya ada sarana khusus, monumen misalnya,” tukas Meier.

Sehingga, tumpalnya, nama-nama seluruh pejuang pembentukan Kabupaten Minut itu tertera dan diketahui oleh seluruh warga yang berkunjung ke sana.

“Bahkan, alangkah patutnya kalau setiap ulang tahun Kabupaten serta HUT Proklamasi, nama-nama pejuang Minut ini dibacakan,” imbau Tanod.

Dengan kepemimpinan Bupati Vonnie A Panambunan dan Wakil Bupati Joppi Lengkong ini, para pejuang Minut dan keluarga mereka, semakin mendapat perhatian khusus seperti pemberian penghargaan, cenderamata maupun tunjangan khusus.
“Selain pembangunan Monumen yang juga dapat menjadi salah satu destinasi wisata Minut, para pejuang dan keluarganya layak diberikan fasilitas oleh Pemerintah melalui bupati VAP seperti, tunjangan kesehatan, tunjangan pendidikan, tunjangan hidup bagi yang kurang mampu, serta kebijakan-kebijakan lainnya yang disesuaikan dengan aturan,”kata ketua LSM putra Tonsea ini. (Jo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*