Parkiran di RS Siloam Disinyalir Memberatkan Pengunjung

Spread the love

“Kenapa Harus Ada (2) kali pembayaran karcis”

MANADO, IdentitasPrime – Kemewahan Rumah Sakit Siloam tak dapat disaingi oleh rumah sakit lain di Provinsi Sulawesi Utara. Namun sangat disayangkan, diluar gedung rumah sakit, ada fenomena tak layak kerapkali terjadi, sehingga meresahkan para pengunjung.

Semalam, Senin (19/3), sekira pukul 22.00 wita, Nita S (34) warga Kelurahan Tuminting mengeluhkan praktik tagihan parkir yang berlangsung di area RS Siloam.
“Masalah bayar parkir itu, sudah menjadi konsikwensi bagi para pemilik kendaraan yang berkunjung, apalagi di rumah sakit sekelas RS Siloam. Tapi, yang bikin saya bingung, kan sudah ada portal struk parkiran, kenapa di lahan Rumah Sakit Siloam ternyata masih ada retribusi parkir lain,” tutur wanita cantik berkacamata itu.

Saat memasuki kawasan, Nita sudah mengantongi selembar kertas parkiran. Menariknya, saat akan memarkir mobilnya di halaman RS Siloam, datang seorang pria berpakaian preman menyodorkan sehelai kertas (valet) kepada Nita.
“Di daskboard mobil saya, sudah ada kupon retribusi resmi barusan saya ambil di portal. Diparkiran saya disuruh seorang pria dengan nada tak ramah, untuk membayar valet yang disodorkannya, seharga Rp. 20.000,” bebernya.
Setelah usai membesuk anaknya di RS Siloam, Nita bermaksud pulang. Namun di tempat memarkir mobil, wanita cantik itu kembali didatangi si preman, lalu meminta kembali kertas valet yang diserahkannya saat masuk tadi.
“Dia ngotot meminta saya menyerahkan lagi kertas valet itu, tapi tidak saya berikan. Nanti saya pelajari, barulah saya dapati bahwa kertas valet ini hanya akal-akalan saja. Selain tidak ada tanggal dan penjelasan, kertas itu diberikan ke pengemudi, kemudian diminta lagi, dengan tujuan yang tentu saja, sama dengan yang dilakukan pada saya tadi,” urai Nita.

Perlu diketahui, kupon parkir (valet) di RS Siloam sekali parkir, dikenai tarif Rp.20.000. Padahal sebelumnya pemginjung saat masuk telah mengambil tiket parkir di mesin gerbang masuknya.
“Ini permainan pengelolah perparkiran di bolevard center yang sengaja dibiarkan oleh aparat petugas baik di RS Siloam maupun aparat kepolisian yang bertanggung jawab di area itu.
Ini benar-benar penipuan. Pengelola Perparkiran Kota Manado, jangan tutup mata dalam soal ini. Permainan melibatkan ‘preman’ dengan oknum petugas, sudah berindikasi pemerasan dan penipuan. Hanya ada satu kalimat untuk hal ini” Polda dan Polresta Manado harus basmi, kalau perlu tangkap aktor-aktor pelaku Pungli Parkir di Manado Boulevard Center,” pungkas Nita geram.(Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*