Pasar Petta Jadi Anak Sungai, Pejual Barito Dan Sayur Mayur Menjerit

Spread the love
  • 21
    Shares

Pasar Petta Mengenaskan, Pedagang Pertanyakan Pungutan Retribusi Dikemanakan

SANGIHE, IdentitasPrime – Nasib para penjual bawang rica tomat (barito) dan sayur-mayur yang berniaga di Pasar Petta, mengenaskan.
Pasalnya disaat musim hujan datang, area yang dipakai mereka berdagang kerapkali tergenang air hujan lluapan dari drainase yang tersumbat dan memang tidak maksimal.
“Ini bukan kali pertama terjadi di lolasi Pasar Petta Baru Kecamatan Tabukan Utara, Kampung Petta Barat, Tahuna. Namun ‘Aneh Tapi Nyata’, pedagang menyesalkan, sampai detuk ini pihak dinas berkompoten diduga mati suri.

Sesuai pantauan wartawan media www.indentitasprime.com Selasa (17/4), di areal lokasi pasar sayur dan barito, sedang tergenang air hingga warga masyarakat dan para penjual tak bisa beraktifitas maksimal, dan mengeluh karena kondisinya sangat memperhatikan.
“Sangat disesalkan persoalan pasar tidak ada perhatian dari dinas berkompoten. Ini sudah lama terjadi dan selalu terjadi setiap musim hujan,” ucap salah satu pedagang yang wajib dilindungi identitasnya.

Ditempat yang sama, pedagang lain juga menjerit, mempertanyakan nasib mereka. Mengingat mereka adalah pembayar retribusi tetap untuk pihak pasar.
“Kemana semua retribusi yang dibayar setiap hari pasar, tolong jangan hanya retribusi saja yang diperhatikan,” tanya pedagang lainnya.

Kalau perlu, lanjut mereka, lokasi penjual barito dan penjual sayor diperhatikan.
“Atas nama pejual barita dan teman-teman penjual sayor tolong pemda lewat dinas berkompoten dapat turun langsung dilapangan saat musim hujan,kasian nasib kami sebagai pedagang dan pahlawan devisa Pemda Sangihe,” seru beberapa pedagang.(Yan’S)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*