Pejabat Kumtua Kokoleh II Ganti Kelompok Bumdes Matuari Dengan Bumdes Caritas Tanpa Kordinasi

Spread the love

Lando: “Padahal semua ada mekanisme aturan, agar semua berjalan lancar”

MINUT, IdentitasPrime – Dari 125 desa di Kabupaten Minahasa Utara, menurut info terakhir ada 80-an desa tersandung Laporan Pertanggungjawabannya.
Itulah sebabnya banyak aktivis Minut mewarning aparat hukum untuk mengambil sikap tegas.

Disaat banyak desa dapat dipastikan bermasalah dengan Dana Desa apalagi Bumdes-nya, yang ditengarai banyak yang fiktif, kelompok Bumdes Matuari 2016 di Desa Kokoleh Dua malah tak ada masalah, justeru dibuat jadi bermasalah.
Awalnya kelompok itu dibentuk melalui proses pemilihan, dan di adakan pelantikan pengurus.
Dana awal 40.000.000 (empat puluh juta Rupiah), Bumdes yang dipimpin Ketua Jeri Palendeng, Sekretaris Valen Kotangon, dan Bendahara Yenny Manikome ini memulai usaha pertama tahun 2017, berupa bentuk rental (sewa) tenda, sewa kursi dan sewa keyboard, sukses.

Usaha ke-dua pada Tahun 2018, dengan anggaran Rp. 71.000.000 (tujuh puluh satu juta rupiah), dispekati dengan usaha ternak babi, itupun berhasil.

Sangat disayangkan usaha ini terhenti pada bulan September 2018 setelah terjadinya pergantian pejabat hukumtua.
Entah masalah apa, pengurus Bumdes Matuari tidak lagi di pakai. Semua diganti dengan pengurus baru dengan nama Bumdes Caritas.

Masyarakat pun kaget, dan mempertanyakan kenapa ada bumdes yang lama, usaha berjalan lancar dan terakuntabilitas, tapi tiba-tiba diganti, tidak lagi di pakai, bahkan pengurus-pun diganti dengan yang baru.
“Kenapa sudah ada bumdes yang baru, padahal ada yang lama, sedangkan pengurus yang lama belum mempertanggung jawabkan laporan mereka,” tanya Royke Rondonuwu warga setempat.

Dilain pihak, mantan Hukumtua Desa Kokole Dua Rullando Rintjap, ketika dikonfirmasi mengaku bahwa semua dana dimasa kepemimpinannya masih ada di rekening Bumdes.
“Semua masih ada di rekening Bumdws dan dapat dipertanggungjawabkan, sebab diketahui oleh pengurus bumdes,” aku lelaki yang akrab disapa Lando itu.
Lando sangat menyayangkan sikap Pejabat Hukumtua Desa Kokole Dua yang tidak menghormati pengurus bumdes yang lama.
“Masak tanpa ada koordinasi pejabat hukum tua langsung mengganti pengurus Bumdes Matuari dengan pengurus Bumdes Caritas, padahal semua ada mekanisme aturan, agar semua berjalan lancar,” tukas Lando kecewa.

Sedangkan Ferry Rottie, Pejabat Kumtua Kokoleh Dua yang beberapa waktu ditemui di Pemkab Minut menegaskan, ia mengganti semua karena tidak ada kecocokan lagi dengan pengurus yang lama. “Mereka sudah tidak lagi membuat laporan pertanggungjawaban,” kelitnya.

Di singgung soal usaha bumdes yang baru, menurut Rottie, ia membuat usaha yang baru yaitu usaha pemeliharaan ikan di kolam.
“Dalam waktu dekat akan di adakan panen,” ujarnya.
Mengenai isu bahwa usaha ini tidak jalan, Rottie menampik, dan katanya, itu hanya isu.
“Semua dapat di pertanggung jawabkan jika nanti selesai masa jabatan saya,” tandas Rottie. (Red)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*