Peristiwa 15 Januari 2014, kembali Luluh Lantak Manado dan Sekitar 2019, Kinerja Eksekutif-Lagislatif Disorot

Spread the love
  • 85
    Shares

Penataan Ruang dan Kajian Amdal Diduga Jadi Sarana Bergaining, Rakyat Dikorbankan

MANADO, IdentitasPrime – Bumi Malesung (Provinsi Sulawesi Utara) kembali menangis ketika hujan deras mengguyur sebagian besar wilayah Bumi Nyiur Melambai ini sejak Kamis dini hari sampai Jumat (1/2) malam.

Sejumlah wilayah kelurahan-desa di Kota Manado, Minahasa, Minut, Tomohon dan Bitung, disapu banjir bandang, longsor maupun pohon tumbang.
… Peristiwa 15 Januari 2014 terulang kembali. Yang membedakan hanya satu, yakni jumlah korban nyawa. Namun, kendati beda jumlah, toh tetap saja masih ada korban nyawa, 2 bocah tak berdosa.

Sedangkan korban material dan in materiil, tetap saja menimpa RAKYAT yang sebetulnya adalah penguasa tertinggi di suatu negara.
Inilah saatnya rakyat harus membuka matanya dalam memilih kepala daerah, para politisi untuk duduk di kursi eksekutif dan legislatif.
Uang, serangan fajar dan aneka trik licik digunakan untuk memperdaya rakyat demi memperoleh jabatan tersebut Selanjutnya membalikkan suasana, dimana para pelayan rakyat, justeru menjadi penguasa dan menginjak-injak hak rakyat.
Kasus 15 Januari 2014 belum dijadikan pelajaran selama 5 tahun (dihitung sampai hari ini). Bahkan, terinformasi ada kepala daerah yang berurusan dengan hukum karena ketidak jelasan dana Bencana Alam silam.

Mari kita turun dan perhatikan titik-tirik banjir, titik longsor dan titik-titik dimana terjadinya pohon tumbang.
Pusat kota dan pemukiman penduduk yang semrawut dengan aneka “penataan/perencanaan tiba saat-tiba akal”, membuat semua keseimbangan alam dan lingkungan, timpang bahkan nyaris lumpuh.
Aturan dan kebijakan masih lebih banyak di dominasi oleh kebijakan. KAJIAN AMDAL dan Audit Lingkungan yang seharusnya di perketat, malah disinyalir menjadi “akses” pemerintah bergaining dengan para pengusaha demi meraup keuntungan besar ke kantong pribadi maupun secara berjemaah.
Bermacam bangunan dipaksa didirikan kendati harus mengorbankan struktur alam yang alami.
Sebut saja toko-toko dan bermacam jenis usaha ditepi jalan, yang dibangun kemudian menutup saluran air/drainase yang ada. Contohnya Alfa mart dan Indomaret
Terlau banyak drainase putus maupun tersumbat, sementara jika ada proyek politisi berkedok aspirasi rakyat, digarap tidak tepat sasaran.
Penebangan liar ditepi hutan dan dalam hutan. Pembangunan crusher (kraser) dan perumahan berskala besar ditempat yang sesuai kemauan INVESTOR, tebig-tebing di gorok, sungai dikeruk, semua aturan Kingkungan Hidup di plester segepok uang tutup mulut, sehingga bahaya didepan mata pun di acuhkan.
Yang penting bapak senang, yang penting anak-isteri hidup mewah, persetan dengan nasib tanah air dan nasib generasi mendatang.
Sementara eksekutif dan legislatif duduk anggun dan menyantap keringat rakyat lewat pajak, masyarakat menderita, siang dan malam tak tidur lelap ketakutan dengan amarah alam gara-gara sudah tidak seimbang olwh karwna KEBIJAKAN para tuan-tuan dan nyonya berseragam.aparatur negara.

Wahai RAKYAT, mau berapa lama lagi anda di bodohi, sekali lagi buka.mata lebar-lebar, buka.hati sejak sekarang.
Manado dan sekitarnya genting dan rawan bencana alam besar. Pasng mata, pasang telinga, pilihlah pemerintah dan wakil rakyat yang peduli rakyat dan prihatin terhadap lingkungan.
Sampai hari ini Sabtu (2/2), langit masih mendung. Potensi hujan deras susulan masih mengincar karena berpeluang terjadi lagi hujan lebat, lama dan ekstrim.
Masyarakat yang adadi titik-titik rawan, agar jangan terlena apalagi meremehkan keadaan.
Pasalnya, kekuatan alam tidak dapat dideteksi berapa besar daya dan apa yang bakal terjadi nanti. Pemerintah sudah menyediakan fasilitas dsn sarana pendukung seperti kamp penampung darurat dan sarana pertolongan apabila dibutuhkan.
Mari kita doakan Sulawesi Utara tercinta ini, agar selalu di lindungi Tuhan Yang Maha Kuasa. Pray for Sulut…(Meikel/Noval)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*