Pimpin Tim White Lion Polres Minut, Ipda Dwirianto Tandirerung Sukses Bongkar Sindikat Ranmor

Spread the love

Dwi: “”Jangan coba-coba berbuat kejahatan di wilayah hukum Polres Minut, sebab kami tidak main-main. Minut bukan tempat nyaman bagi para penjahat

MINUT, IdentitasPrime – Polres Minahasa Utara (Minut) mengungkap kasus jaringan pencurian kendaraan bermotor (Cunlranmor) tanpa menggunakan kunci T, ternyata tak luput dari ketajaman tim Buruh Sergap Reserse Kriminal (Buser Reskrim) Polres Minut besutan Kasat reskrim Nohfri Maramis SIK.SH.
Namun dibawah Maramis, ternyata kekuatan tim berjuluk White Lion (Singa Putih) ini ada sesosok pria berkulit Sawo Matang, Ipda Dwirianto Tandirerung S.Tr.K.
Perwira muda berdarah Tanah Toraja (Tator) yang gemar makanan yang manis ini dikenal simpel dan ramah, ternyata ahli dalam strategi di bidangnya.
Makanya pantaslah kalau Ipda Dwirianto Tandirerung jebolan Akpol tahun 2018 ini menjabat Kanit Jatanras dan Kanit Buser Sat Reskrim Polres Minut.

Anak ke dua dari 3 bersaudara kelahiran Jayapura Papua 29 September 1994 ini ternyata mengikuti jejak kakaknya Iptu Henryanto Tandirerung,S.Tr.K lulusan Akpol 2015.

“Abang saya sekarang bertugas di Polres Sorong Selatan, wilayah Polda Papua Barat dan adik saya yang bungsu masih duduk di bangku SMA kelas 3,” jelas perwira muda yang akrab disapa Bang Dwi ini.

Tandirerung yang mendampingi Kasat Reskrim AKP Nofry Maramis saat bersama Kapolres Minut AKBP Jefri Ronal Siagian SIK dalam Press Release, Senin (14/10) membeberkan susksenya meringkus 4 Tersangka Curanmor yang masing-masing adalah AM (28) pengangguran asal Maumbi sebagai (eksekutor), JS (27) petani asal Teling (eksekutor), UL (39) nelayan Tuminting (eksekutor), RM nganggur asal Maumbi (penjual) masih DPO, SP asal Remboken (penadah).

“Sejak tahun 2018 silam mereka telah membentuk sel sebagai bandit ranmor spesialis kunci tertinggal di kendaraan, (tanpa Kunci T),” kata Dwi.

Para Tersangka lanjutnya, bersama babuk 1 unit mobil ops, motor, sebilah samurai, kuitansi, STNK, BPKB, bakal dikenai pasal berlapis-lapis.
“Mereka bakal dikenai Pasal 363 Ayat (1) ke-4E KUHP, Subsider Pasal 362 KUHP Junto, Pasal 55 Ayat (1) ke-1E KUHPidana, dengan ancaman 7 tahun penjara,” urainya.

Tandirerung juga menghimbau Tersangka RM alias Rio (DPO) curanmor untuk menyerahkan diri secara baik-baik.
“Selain dunia ini sempit, ciri-ciri anda selaku DPO sudah dikirimkan ke seluruh Polres di jajaran Polda Sulut. Kami dari Sat Reskrim Polres Minut terlebih khusus Resmob Polres Minut akan terus mencari anda. Jika melakukan perlawanan yang membahayakan, maka kami akan melakukan tindakan tegas terukur,” tegas Dwi.

Kepada para pelaku kejahatan,  Tandirerung mengingatkan untuk tidak coba-coba. “Jangan coba-coba berbuat kejahatan di wilayah hukum Polres Minut, sebab kami tidak main-main. Minut bukan tempat nyaman bagi para penjahat,” pungkas lajang yang ternyata sudah punya pacar seorang mahasiswi calon dokter di FK UPH itu. (Meikel)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*