POLRES BITUNG TANGKAP AV, PELAKU POSTINGAN PENGUJAR KEBENCIAN DAN SARA

Spread the love
  • 68
    Shares

TERNYATA TERSANGKA ADALAH UMAT DARI AGAMA YANG DILECEHKANNYA

Ginting: “Kendati masih dibawah umur, Tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya”

BITUNG, IdentitasPrime – Menyikapi dinamika kehidupan yang beraneka ragam di Kota Cakalang (Bitung), Polres Bitung yang di nahkodai Kapolres AKBP Philemon Ginting, harus ekstra waspada. Pasalnya, kota multi dimensi ini walau kecil, namun dihuni oleh suku dan kaum berbeda paling banyak.

Seperti kita ketahui, beberapa hari terakhir, masyarakat geger oleh sebuah postingan viral di facebook, khususnya keluhan masyarakat di Group Paniki Polresta Manado, Group Manguni123 Tetengkoren, Grup Tarsius Bitung, tentang keluhan masyarakat luas, mengenai sebuah gambar religius yang di edit menjadi tidak senonoh.

Pelaku postingan gambar tak layak tentang salah satu “pembesar sebuah agama” yang dilecehkan pada hari ini Kamis (29 Maret 2018) jam 23.30 Wita, akhirnya Timsus Polres Bitung, menangkap seorang lelaki Inisial AV (16), warga Kelurahan Wangurer Utara, Kota Bitung, selaku pemilik akun Facebook ARLEN VALENTINO, siswa salah satu SMK Bitung.

Kendati gambar tak layak dimuat itu telah dia hapus dari akun tersebut dan ada upaya menghilangkan bukti, namun oleh kejelian aparat, terlacak juga siapa dan dimana keberadaan si pengganti akun AR itu.

Setelah menangkap tersangka berkat kerjasama para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat sekitar, aparat langsung menggelandang tersangka dan menginterogasi tersangka secara marathon.

Kapolres Bitung, AKBP Philemon Ginting membenarkan proses penangkapan itu. “Tersangka mengakui perbuatannya dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat terkait,” katanya Sabtu (31/3), melalui salah seorang perwira Polres Bitung.

Selain mengamankan Tsk, polisi juga telah mengamankan:
1. 1 (satu). Buah HP MERK SAMSUNG j5 IMEI 353421088835724
2. 1 (satu) Sim-card nomor 081243837XXX.

Selanjutnya, kendati masih dibawah umur (16 tahun red-), Tersangka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan menjalani proses hukum sesuai perbuatannya.
“Langkah ini sesuai UU NO 11 tahun 2008, tentang informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar Kapolres.

Polres Bitung juga, lanjut Ginting, sudah lakukan koordinasi dengan tokoh agama dan tokoh Masyarakat serta orang tua Tersangka karena masih di bawah umur.

“Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pihak kelurga Tersangka menyerahkan penanganan anaknya kepada Polisi, dan meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung dengan postingan yang di maksud,” timpal Ginting.

Atas kejadian ini, Kapolres Bitung AKBP Philrmon Ginting mengingatkan masyarakat untuk tidak memposting tulisan atau gambar yang beraroma Rasisme, yang membuat perasaan tidak nyaman kepada orang lain.
“Warning bagi kita semua pengguna sosmed, agar dapat mentaati rambu rambu yang ada, dengan tidak melanggar hukum. Karena jika melanggar, walaupun “sudah minta maaf” tetapi proses hukum harus di jalani sesuai aturan yang berlaku,” tukas Ginting.
Satu hal menarik, dari penelusuran polisi, ternyata Tersangka adalah pemeluk agama di agama yang dilecehkannya. “Iya, Tersangka telah melecehkan agama-nya sendiri, jadi bukan dari agama lain, dan ia mengaku tidak ada niat apa-apa dengan postingannya itu,” katanya.

Kapolres juga meminta, bila ada pelaku-pelaku postingan di sosmed beraroma provokatif bermuansa SARA, silahkan dilaporkan ke aparat, jangan main hakim sendiri.
“Masyarakat jangan main hakim sendiri, sebab negara kita adalah negara hukum. Khusus wilayah hukum kami, saya menjamin, setiap ada laporan masuk, pasti kami tindaki,” pungkas Ginting seraya menambahkan, kepada para tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat, kami sangat berterimakasih atas kerjasama-nya”.(Noval Uber)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*